Jogjakeren.com – Idul adha merupakan salah satu hari raya umat muslim di seluruh dunia. Idul adha bertepatan pada tanggal 10 bulan Zulhijah. Pada hari tersebut, umat Islam berkumpul di pagi hari untuk mendirikan salat Id bersama-sama di tanah lapang atau di masjid. Setelah salat, dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban.
Masyarakat Indonesia merayakan hari besar ini dengan berbagai cara, biasanya setelah salat Id, warga muslim laki-laki akan berkumpul untuk menyembelih hewan kurban, sementara warga muslim perempuan akan berkumpul untuk memasak hidangan besar untuk masyarakat. Tentunya setiap daerah memiliki cara dan kebiasaan unik yang berbeda dalam merayakan hari raya Idul adha.
Seperti yang kita ketahui, bahwa hari besar ini dirayakan oleh seluruh umat muslim di dunia, tentunya setiap negara memiliki tradisi maupun kebiasaan unik dalam perayaannya.
Berikut ini cara dan kebiasaan unik umat muslim dari berbagai negara yang turut menyemarakkan hari raya kurban:
- Aljazair
Perayaan Idul adha di Aljazair cukup unik, orang-orang akan membeli kayu dan batu bara untuk menyiapkan melfut, panggangan tradisional untuk memasak daging. Keluarga akan berkumpul dan memasak daging kurban bersama, hal ini bertujuan untuk mempererat hubungan keluarga dan komunitas.
- Arab Saudi
Arab Saudi menjadi tempat berkumpulnya jutaan umat muslim dari seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah haji, tepatnya di kota Mekkah. Idul adha di Arab Saudi tentunya sangat meriah dan memiliki skala yang besar. Salah satu tradisi yang menonjol adalah penyembelihan unta sebagai hewan kurban. Daging hasil sembelihan tidak hanya didistribusikan untuk masyarakat setempat, tetapi juga disumbangkan ke negara lain seperti Asia Tengah, Selatan, hingga Afrika.
- Bangladesh
Masyarakat Bangladesh merayakan hari raya Idul adha dengan mudik ke kampung halaman mereka untuk berkumpul bersama keluarga. Banyak dari mereka yang mudik menggunakan kapal feri, namun ketika tiket telah terjual habis, banyak masyarakat yang nekat naik perahu kecil untuk menyebrang sungai yang tentunya berbahaya. Bahkan ada dari mereka yang berjalan kaki melewati rel kereta api.
- Maroko
Iduladha di Maroko, yang biasa disebut “Lebaran Agung” memiliki tradisi yang unik, yaitu dengan mengoleskan henna. Henna terbuat dari daun pacar yang dioleskan pada dua tanduk hewan kurban. Tradisi ini dipercaya sebagai pertanda baik dan bentuk penghormatan. Di hari ini, jalanan Casablanca yang merupakan jantung perekonomian Maroko akan dipenuhi banyak orang.
- Pakistan
Bila di Maroko mereka menggunakan henna pada tanduk hewan, di Pakistan mereka menggunakan cat, pita, maupun pernak-pernik pada hewan kurban mereka. Selain sebagai penghormatan hewan kurban, hal ini juga bertujuan untuk menambah semarak perayaan. Setelah penyembelihan, daging biasanya dibagikan dan orang-orang mengunjungi rumah keluarga mereka. Banyak dari mereka yang merayakan dengan mengadakan pesta barbeque.
- Malaysia
Berbeda dengan Pakistan yang menghias binatang kurban, Malaysia menghias jalan-jalan ibu kota dengan rangkaian bunga. Selain itu, sebelum hari raya, masyarakat juga sudah ramai berbelanja bumbu-bumbu khas masakan yang akan digunakan untuk memasak daging kurban.
- Nigeria
Perayaan Idul adha di Nigeria dikenal dengan sebutan Hawwan Sallah dan Daushe. Orang-orang melakukan parade dengan kuda-kuda yang dihias dengan aksesoris warna-warni dan ornamen tradisional sebagai representasi kemegahan dan kebahagiaan.
Setiap negara memiliki keunikan masing-masing dalam menyemarakkan hari raya Idul adha. Keunikan-keunikan itu muncul karena adanya perbedaan budaya, karakter masyarakat, hingga geografi suatu wilayah. Meskipun cara perayaannya berbeda, akan tetapi pada dasarnya semua bertujuan untuk kebersamaan dan kekeluargaan antar umat Islam.





