Proses itu Penting, Nikmatilah

  • Whatsapp
Proses
Ilustrasi (Foto: outworks.co.au)

Jogjakeren – Memang sudah menjadi kodrat manusia selalu suka tergesa-gesa. Maunya apa yang diinginkan segera terwujud. Terutama orang muda yang memang nalurinya ingin serba cepat. Apalagi orang yang masa kecilnya banyak mengalami kegagalan dan tidak pernah bisa menikmati apa yang diidamkan. Padahal segala sesuatu perlu proses yang memakan waktu. Ada kalanya pendek, ada kalanya panjang.

Lihatlah petani yang menanam padi. Mereka perlu proses sampai dengan memetik hasilnya. Tidak terkecuali aspek kehidupan yang lain. Lalu, bagaimana kita menyikapi proses yang kadang panjang dan melelahkan itu?

Pertama, kita sadari sepenuhnya bahwa Allah yang maha kuasa sekali pun dalam proses menciptakan dunia seisinya memberi contoh selama 6 hari. Walaupun sesungguhnya Allah bisa saja menciptakan dalam sekejap mata dengan kun fayakun.

Sebagaimana diterangkan dalam Surat Al-A’raf 54

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِی خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضَ فِی سِتَّةِ أَیَّامࣲ ,… الأية

Artinya: “Sesungguhnya tuhan kalian (ialah) Allah yang menciptakan beberapa langit dan bumi di dalam enam hari”.

Hikmah yang dapat dipetik dalam ayat di atas adalah

أن يعلم العباد الرفق والتثبت في الأمور . في تفسير القرطبي

“Allah mengajari kepada hamba-hambanya agar berlemah lembut dan pelan pelan/tidak tergesa-gesa alias grusa grusu dalam menghadapi perkara”.

Sebaiknya kita juga bisa menikmati proses. Proses itu sama pentingnya dengan hasil. Maka jika manusia mengambil jalan pintas, cepat-cepat ingin mencapai puncak adakah sesuatu yang hilang?

Semoga kita menjadi manusia yang tidak tergesa-gesa dan menikmati proses.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *