Jogjakeren.com – Kabar baik datang dari sektor keuangan. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 diproyeksikan oleh Indonesia Financial Group (IFG) dapat mencapai angka 5 persen. Proyeksi optimis ini didasarkan pada berbagai indikator positif, seperti stabilitas ekonomi makro, peningkatan investasi, serta penguatan daya beli masyarakat.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Direktur Utama IFG, sektor manufaktur, perdagangan, dan pariwisata menjadi pendorong utama pertumbuhan di awal tahun 2025. Selain itu, investasi di bidang infrastruktur dan transformasi digital juga semakin memperkuat daya saing nasional.
Pemerintah dinilai konsisten dalam menjaga iklim usaha melalui reformasi regulasi dan stimulus fiskal yang proaktif. Dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi salah satu faktor penting yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.
Namun, IFG juga mengingatkan bahwa faktor eksternal seperti ketidakpastian global, fluktuasi harga komoditas, dan perubahan iklim tetap menjadi risiko yang harus diantisipasi. Strategi diversifikasi ekonomi dan penguatan pasar domestik menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pertumbuhan.
Dengan optimisme tersebut, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 diharapkan tidak hanya mencapai target 5 persen, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pemerataan kesejahteraan dan keberlanjutan pembangunan.





