Ramadhan yang Dirindukan

Ramadhan
Foto: Ilustrasi bulan Ramadhan (sumber: freepik.com)

jogjakeren.com – Ramadhan adalah bulan istimewa, dimana setiap perbuatan baik atau ibadah yang dikerjakan pada bulan itu pahalanya akan dilipatgandakan.

Di dalam bulan Ramadhan, terdapat ibadah puasa ramadhan yang termasuk dalam rukun Islam yang ke-empat. Setiap muslim wajib mengerjakan puasa selama satu bulan penuh dalam bulan Ramadhan. Kecuali bagi yang udzur menurut agama, maka boleh tidak puasa, tetapi harus mengganti di hari-hari yang lain. Seperti dijelaskan dalam ayat di bawah ini.

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Read More

Maka barangsiapa diantara sakit atau bepergian jauh, hendaklah ia mengganti shaum pada hari-hari yang lain. (QS. Al-Baqarah [2]: 184)

Pada malam harinya disunnahkan shalat tarawih/qiyamullail dan memperbanyak ibadah pada malam Lailatul Qadar terutama pada sepuluh malam terakhir dalam bulan Ramadhan. Semua itu menjadi penghapus dari dosa-dosa yang dilakukannya. Perhatikan hadist di bawah ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa yang menghidupkan malam Qadar -dengan ketaatan- karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu. Dan barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.(HR. Bukhari dalam Kitab as-Shiyam).

Mengapa Sangat Dirindukan?”

Perlu kita ketahui, khususnya di negara tercinta kita, negara Indonesia. Mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam. Tentu dari sekian banyak penduduk Indonesia menantikan bulan penuh berkah yaitu bulan Ramadhan.

Seperti dijelaskan dalam hadist dan surat di atas, bulan Ramadhan memiliki banyak keistimewaan yang dirindukan. Bukan hanya perihal ibadah dan pahalanya, tetapi juga silaturahim yang dilakukan oleh kaum muslimin.

Seperti contoh :

  1. Banyak kaum muslimin yang mengadakan Bukber (Buka Bersama) khususnya para remaja muslim.
  2. Gencar melakukan kegiatan TPA bagi anak usia PAUD sampai SD.
  3. Adanya pengajian atau sholat malam bersama pada malam Lailatul Qadar.
  4. Adanya bagi takjil untuk orang-orang yang tidak mampu dari organisasi atau yayasan.
  5. Adanya sumbangan ke panti asuhan dari para donatur yang dermawan.

Kegiatan-kegiatan di atas secara umum sering dilakukan kaum muslimin pada bulan Ramadhan. Sangat disayangkan apabila kegiatan-kegiatan positif di atas tidak terlaksana.

Perihalnya, pada bulan Ramadhan tahun ini, dunia mendapati sebuah musibah yang menyerang hampir di seluruh penjuru dunia.

Ramadhan
Foto: Ilustrasi virus corona (sumber: gstatic.com)

Kasus virus Corona atau bisa disebut Covid-19. Virus ini membuat seluruh umat manusia terpaksa harus mengurung diri di rumah, atau lebih dikenal dengan istilah isolasi mandiri.

Dengan terpaksa, mayoritas kaum muslimin di dunia harus melakukan kegiatan ibadah pada bulan Ramadhan di rumah. Tentu membuat sebagian besar kaum muslimin merasa kurang sempurna dalam beribadah. Kurang sempurna dikarenakan tidak adanya silaturahim antara umat Islam di negara kita.

Ramadhan tahun lalu sudah sangat dirindukan, karena dalam satu tahun hanya ada satu bulan Ramadhan. Apalagi dengan adanya kasus virus Covid-19, membuat mayoritas umat Islam harus menunggu hingga tahun berikutnya, supaya bisa mengadakan kegiatan-kegiatan positif tersebut.

Harapannya semoga virus Covid-19 ini dapat teratasi secepat mungkin, agar pelaksanaan kegiatan bulan Ramadhan tetap bisa berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan apapun. Aamiin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *