Remaja Putri LDII Dibekali Cara Unik Manfaatkan Limbah Rumah

  • Whatsapp
pemanfaatan limbah rumah tangga
Praktik membuat media tanam plastik bersama Kak Ali Ashar S. Pd (Foto: instagram sakospnsleman)

Jogjakeren – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sleman melalui bidang keputrian Penggerak Pembina Generus (PPG) Insan Mulia dan Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (SAKO SPN) Sleman membekali Remaja Putri LDII dengan kegiatan “Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga sebagai Media Tanam” di Masjid Baitul Izza, Minggu (31/1/2021).

Umi Salamah, selaku pemateri membagikan cara unik dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi media tanam. Diawali dengan kesenangannya pada tanaman, Umi terinspirasi dari penjual tanaman yang media tanamnya terbuat dari plastik. Lalu Umi mengangkat tema ini dengan dipadukan cara bercocok tanam.

Bacaan Lainnya

“Penghijauan adalah hal yang menyenangkan bagi mata, terutama untuk saya, dan ini mudah dilakukan. Berawal ketika saya ke taman bunga, ternyata penjual itu menggunakan semua media tanam dari plastik dan sama sekali tanpa tanah. Oleh karena itu, saya padukan bercocok tanam dengan memanfaatkan limbah di sekitar kita,” jelasnya.

pemanfaatan limbah plastik
Kegiatan pemanfaatan limbah pastik di Masjid Baitul Izza pada Minggu, 31 Januari 2021 (Foto: instagram sakospnsleman)

Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga sebagai Media Tanam

Limbah rumah tangga berupa sampah plastik seperti kemasan mie instan, minyak goreng, detergen atau botol bekas air mineral dapat dijadikan sebagai media tanam. Media ini merupakan salah satu alternatif mengurangi sampah plastik dan sebagai pengganti polybag.

Dalam pemaparan materinya, Umi menyampaikan cara bercocok tanam yang unik dan bahannya mudah didapatkan yakni dengan menggunakan limbah rumah tangga, seperti plastik dan sisa bahan dapur.

Bahan ini dapat dijadikan Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos organik yang nantinya akan dijadikan nutrisi untuk tanaman. Selain itu, remaja putri LDII juga diajarkan cara merawat tanaman yang baik dan benar.

Umi juga menyampaikan selain dapat mengurangi limbah plastik, media plastik ini juga dapat memberikan nilai ekonomis.

Kegiatan ini dihadiri remaja putri dan ibu-ibu yang merupakan perwakilan masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Sleman. Terselenggaranya kegiatan ini bertujuan agar anak muda zaman sekarang senang dengan tanaman dan mulai peduli pada lingkungan sekitar.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, bercocok tanam sangat membantu mengurangi stres dan mengajarkan seseorang lebih sabar dalam menghadapi kondisi,” ungkap Nawaningsih, pengurus bidang keputrian.

Sementara itu, Kak Muhammad Ali Ashar, S. Pd., selaku Ketua SAKO SPN Sleman menyampaikan rencana ke depan setelah kegiatan ini. “Kelanjutan ke depannya, kita akan melakukan monitoring terhadap perwakilan tiap PAC atau gudep-gudep yang sudah berdiri di bawah naungan LDII, dengan pembuatan jurnal harian. Dibantu dengan kakak-kakak di PAC masing-masing, kita akan memonitoring dimulai dari mereka menyiapkan alat dan bahan untuk media tanam, kemudian menjadi media tanam itu sendiri lalu ada tumbuhan yang tumbuh pada media itu,” jelasnya.

Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan kembali pada 28 Februari 2021 melalui teleconference zoom sebagai final dan evaluasi bagi keputrian tiap PAC. Tentunya tidak berhenti sampai di situ saja, harapannya remaja putri dapat meningkatkan kreativitasnya dan memberikan manfaat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *