Jogjakeren.com – Hari ini sobat sudah mengonsumsi buah dan sayur, belum? Apakah sobat sering mengonsumsi makanan tinggi lemak? Suka makanan yang manis-manis atau asin?
Jika iya, waspada, makanan tersebut dapat meningkatkan penyakit jantung! Rendahnya konsumsi karbohidrat komplek, buah dan sayur juga bisa jadi penyebabnya loh sobat. World Health Organization (WHO) melaporkan penyakit jantung (kardiovaskular) sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia, bahkan hingga tahun 2030.
Seseorang dengan kadar lemak darah tinggi (hiperkolesterolemia) memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki kadar lemak darah normal. Namun, tenang Sob! Rutin mengonsumsi makanan fermentasi tradisional dipercaya dapat menurunkan risikonya.
Lalu, Apa Saja Makanan Fermentasi Tradisional?
Gatot, growol, peuyeum, tape ketan, tape singkong, tempoyak durian, tempe, dan terasi termasuk makanan tradisional yang mengandung probiotik Lactobacillus menurut peneliti pangan dari UGM dan IPB. Tidak hanya itu, di Indonesia masih banyak makanan fermentasi tradisional lainnya yang telah dikonsumsi secara turun temurun.
Apa Hubungannya Probiotik dengan Penyakit Jantung?
Jenis mikroorganisme ini hidup yang apabila dikonsumsi dengan jumlah yang cukup dan dapat memberi manfaat kesehatan. Manfaatnya seperti menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah atau mengobati penyakit diare, mengatasi intoleransi laktosa, dan meringankan kasus inflamasi.
Probiotik dapat menurunkan kolesterol serum pada pasien berdasarkan penelitian klinis yang telah dipublikasi di Mediterranean Journal of Nutrition and Metabolism (tahun 2016). Pemberian kapsul campuran probiotik Latobacillus plantarum selama 12 minggu pada 60 orang dewasa (34 pria dan 26 wanita) dengan penyakit hiperkolesterolemia secara signifikan menurunkan faktor risiko penyakit jantung (kardiovaskular).
Ternyata, makanan tradisional banyak manfaatnya ya, Sob!




