Saat Pandemi, Begini Panduan dan Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Salat Gerhana Bulan
Panduan salat gerhana bulan

Jogjakeren – Gerhana bulan total akan terjadi di Indonesia, Rabu (26/5/2021) malam ini. Berkaitan dengan fenomena alam tersebut, khususnya umat islam disarankan agar melakukan salat sunah gerhana.

Namun, mengingat masih dalam masa pandemi, pelaksanaan salat gerhana bulan total harus tetap memberikan rasa aman kepada umat islam sekaligus sebagai upaya mencegah penyebaran virus Covid-19.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengeluarkan panduan penyelenggaraan salat gerhana saat pandemi, di antaranya:

1. Saat gerhana bulan total di daerah yang tergolong Zona Merah dan Zona Oranye agar dilakukan di rumah masing-masing.

2. Salat gerhana bulan total dapat diadakan di masjid/lapangan yang berada pada daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19, baik zona hijau maupun zona kuning yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang.

3. Dalam hal salat gerhana bulan total dilaksanakan di masjid atau lapangan, harus memperhatikan standar protokol kesehatan secara ketat dan mengindahkan ketentuan sebagai berikut:

– Salat gerhana bulan total dilaksanakan sesuai tuntunan syariat juga khutbah diikuti oleh seluruh jemaah yang hadir.

– Jemaah yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat agar dapat menjaga jarak antar saf dan antar jemaah.

– Jemaah yang hadir harus memakai masker dengan sempurna dan sesuai ketentuan yang berlaku, baik di masjid maupun di lapangan.

– Panitia dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu dalam rangka memastikan kondisi jemaah sehat dan menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer di setiap pintu masuk.

– Bagi para lansia (lanjut usia)/orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat gerhana bulan total.

– Khutbah salat gerhana dilakukan secara singkat dengan tetap mematuhi rukun dan syarat paling lama 10 menit.

– Mimbar khutbah di masjid/pun lapangan agar dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jemaah.

– Jemaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

Lalu, bagaimana praktik salat gerhana?

Salat gerhana dilaksanakan sebanyak 4 rakaat.

Rakaat pertama

Setelah takbirotul ihrom membaca surat al fatihah dan surat dengan bacaan yang panjang (الله اكبر)

Lalu rukuk dengan rukuk yang lama, lalu berdiri i’tidal

سمع الله لمن حمده
ربنا ولك الحمد

Rakaat kedua

Lalu membaca Al Fatihah dan surat yang panjang (الله اكبر)

Lalu rukuk yang lama, lalu berdiri i’tidal

سمع الله لمن حمده
ربنا ولك الحمد

(الله اكبر)

Lalu sujud yang lama (الله اكبر)

Lalu duduk yang lama (الله اكبر)

Lalu sujud yang lama

Berdiri dari sujud, (الله اكبر)

Rakaat ketiga

Membaca al fatihah dan surat yang panjang (الله اكبر)

Lalu rukuk yang lama, lalu berdiri i’tidal.
سمع الله لمن حمده
ربنا ولك الحمد

Rakaat keempat

Lalu membaca al fatihah dan surat yang panjang (الله اكبر)

Lalu rukuk yang lama

Lalu berdiri i’tidal
سمع الله لمن حمده
ربنا ولك الحد

(الله اكبر)

Lalu sujud yang lama (الله اكبر)

Lalu duduk yang lama (الله اكبر)

Lalu sujud yang lama (الله اكبر)

dan duduk tahiyat akhir (Selesai)

Lalu berdiri membaca khutbah gerhana.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *