Santri MDT Al Fattah Kadirojo II Kalasan Dibekali Sex Education Sejak Dini

MDT Al Fattah Kadirojo II
Santri MDT Al Fattah Kadirojo II Purwomartani, Kalasan mengikuti ngaji generus dan sex education sebagai pengetahuan sejak dini, Rabu (6/3/2024).

Sleman, jogjakeren.com – Pendidikan seksual kepada anak penting dilakukan sejak dini agar anak mengerti konsekuensi dan konsep menghargai diri. Pendidikan seksual untuk anak diberikan sedini mungkin, bertahap, dan terus-menerus sejak usia 3 atau 4 tahun. Masa dimana anak mulai memperhatikan sekitarnya, mengenali tubuhnya sendiri, serta membandingkan diri dengan temannya.

Menganggap penting akan hal itu, MDT Al Fattah Kadirojo II Purwomartani, Kalasan, Sleman mengadakan ngaji generus dan sex education pada Rabu (6/3/2024). Santri dibagi menjadi tiga kelas yakni kelas perempuan dengan pemateri Ervina Husein, S.Pd., kelas laki-laki dengan pemateri Widyastuti Nurjannah, S.Psi., dan kelas anak dengan pemateri Hj. Watik Mutmainah.

MDT Al Fattah Kadirojo II
Pembekalan materi sex education di kelas laki-laki.

Beberapa materi yang disampaikan di antaranya pengenalan perbedaan gender dan jenis kelamin pada anak, mengajak anak untuk menyayangi dirinya dengan menjaga kesehatan melalui makanan yang sehat, istirahat cukup dan menjaga kebersihan tubuhnya dengan mandi, menyikat gigi dll.

Read More

Selanjutnya mengedukasi anak tentang area tubuh pribadi dan sekaligus aurat yang harus dijaga, ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan atau disentuh oleh orang lain kecuali dalam keadaan tertentu, seperti pemeriksaan kesehatan. Mengedukasi anak tentang sentuhan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh orang lain.

“Serta mengedukasi anak tentang hal yang harus dilakukan apabila mengalami pemaksaan, dalam hal ini misalnya dipaksa melihat dan memperlihatkan anggota tubuh pribadi dari orang lain atau disentuh paksa yang membuat tidak nyaman,” jelas Sekretaris MDT Al Fattah Fitri Anomsari, S.Sos., M.Ab.

MDT Al Fattah Kadirijo II
Pembekalan sex education di kelas anak-anak.

Selain itu, lanjut Fitri, pendidikan seks dapat menyadarkan anak untuk menyadari pentingnya menjaga otoritas atas tubuhnya sendiri, membantu mereka menyadari bahwa ia tidak boleh menerima perlakuan buruk terhadap tubuhnya, dan membantu mereka belajar untuk memilih, bersikap, dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.

“Kegiatan sex education juga bertujuan untuk mencegah efek buruk media dan lingkungan, serta membangun kepercayaan anak dan orang tua,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *