Menjadi Pribadi yang Selalu Bersyukur

Bersyukur
Ilustrasi orang sedang bersyukur

Jogjakeren.com – Manusia sebagai hamba Allah SWT, berkewajiban untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diperolehnya. Adapun praktek bersyukur bisa dilakukan dengan perbuatan, lisan ataupun qolbu. Kebiasaan bersyukur ini harus bisa melekat dalam diri pribadi setiap muslim.

Dengan memperbanyak bersyukur maka Allah SWT akan menambah kenikmatan dan pahala bagi mereka. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam Alquran Surat Ibrahim (7) yang artinya “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) lebih banyak kepada kalian, dan jika kalian ingkar, maka pasti siksa-Ku sangat berat”.

Perlu diketahui bahwa apa saja yang menempel di dalam tubuh manusia, mulai dari ujung rambut kepala sampai ujung kaki, semuanya sudah ditentukan oleh Allah SWT. Termasuk pula hal-hal di lingkungan sekitarnya, semuanya Allah SWT yang menentukan. Tugas kewajiban manusia hanyalah menerima, menjalani dan mensyukuri.

Sebaik-baiknya manusia sebagai hamba Allah SWT adalah mereka yang bisa menerima semua yang dimilikinya, menikmati apapun yang dialaminya, dan mensyukuri hasil akhirnya. Perlu dipahami bahwa apapun yang dimiliki manusia, berapapun jumlahnya dan bagaimanapun keadaannya, semua menjadi hal yang terbaik untuk dirinya. Karena sudah diatur dan dipilihkan oleh Allah SWT.

Dalam Surat Al-Baqoroh (216), Allah SWT beerfirman yang artinya “Barangkali kalian benci pada sesuatu, padahal itu baik bagi kalian. Dan barangkali kalian senang pada sesuatu, padahal itu jelek bagi kalian.  Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui”. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah memilihkan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya.

Adapun praktek bersyukur ini, secara sederhana sudah dicontohkan nenek moyang terdahulu dalam falsafah Jawa yang berbunyi “Nrima Ing Pandum(Bahasa Indonesia : menerima terhadap apa saja yang diberikan kepadanya). Menurut nenek moyang dahulu, apabila hati setiap manusia bisa ditata untuk bisa Nrima Ing Pandum, maka dalam hati mereka akan tumbuh bibit kesyukuran dan hidupnya akan terasa tenang.

Untuk menjadi pribadi yang penuh bersyukur ini harus dimulai sejak usia dini, dilakukan secara konsisten dan selalu berpikir positif terhadap apapun yang dimiliki dan dialaminya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *