Bantul, Jogjakeren.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DIY menggelar Sosialisasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Conference Room Hotel Tirta Kencana, Sabtu (21/9/2024). Sosialisasi ini dihadiri oleh 250 orang yang terdiri dari Pimpinan BKKBN DIY, jajaran pengurus DPW LDII DIY, jajaran pengurus DPD LDII Kota Yogyakarta, dan juga para jamaah LDII dari berbagai kalangan. Bahkan, Kepala BKKBN Republik Indonesia, Hasto Wardoyo turut hadir sekaligus menjadi narasumber pada acara ini.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua DPW LDII DIY yang pada kesempatan ini diwakili oleh Wakil Ketua DPW LDII DIY Qomarudin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa LDII siap untuk mendukung program-program yang dicanangkan oleh BKKBN.
Kemudian disambung dengan sambutan oleh Kepala Perwakilan BKKBN DIY yang dalam hal ini diwakili Plt Sekretaris BKKBN DIY Rohdiana. Ia menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah untuk mengoptimalkan program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting, khususnya di lingkungan LDII. Ia juga menuturkan bahwa BKKBN DIY dan LDII DIY telah menandatangani perjanjian kerjasama pada acara Deklarasi dan ToT Menuju ProKlim Lestari di Desa Wisata Sangruejo, Sleman, pada Senin (16/9/2024) lalu.
Kegiatan ini sekaligus sebagai seremonial launching Sekolah Lansia Barokah Mandiri yang merupakan program yang diinisiasi oleh DPW LDII DIY sebagai upaya LDII dalam meramut dan membina para lansia di lingkungan LDII DIY.
Dalam pemaparan sosialisasi hari ini, dokter Hasto menuturkan bahwa penentu masa depan bangsa adalah generasi penerus. Agar menjadi generus berkualitas, maka harus semangat dalam menempuh pendidikan dan peduli pada kesehatan reproduksi untuk mencegah stunting. “Saya tahu LDII memiliki program pendidikan yang baik, seperti alim, faqih, dan sebagainya itu,” ungkapnya.
Pada penghujung acara, dokter Hasto menutup dengan jargon “Berencana itu Keren” yang diikuti oleh para peserta.
Tentang Bangga Kencana
Bangga Kencana merupakan wujud komitmen untuk berkontribusi dalam upaya terwujudnya keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang. Program Bangga Kencana bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas dan hidup dalam lingkungan yang sehat. Salah satu fokus utama dari program ini adalah penurunan kasus stunting di Indonesia (PPKBD : Pembinaan Program Bangga Kencana – Memperkuat Sistem Informasi Keluarga, Pengembangan Smart Technology Dan Advokasi, n.d.).
Tentang Stunting
Stunting adalah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (sejak kehamilan hingga bayi berusia 2 tahun) dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Karena mengalami kekurangan gizi menahun, balita stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita umumnya (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, n.d.).





