Bantul, Jogjakeren.com – Dalam membekali para generasi penerus untuk memiliki karakter yang luhur, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) membekali 29 karakter luhur yang ditanamkan kepada seluruh warganya. Menilik isi dan penjabaran dari 29 karakter luhur ini, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo, menyatakan pembinaan ini sesuai dengan program BKKBN.
Hal ini disampaikan dokter Hasto dalam Sosialisasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di lingkungan LDII DIY pada Sabtu (21/9/2024). Acara yang berlangsung di Hotel Tirta Kencana, Jalan Ringroad Timur, Sorowajan, Banguntapan, Bantul ini dihadiri 250 peserta yang terdiri dari Pimpinan BKKBN DIY dan jajaran pengurus beserta warga LDII se-DIY.
Di hadapan seluruh peserta, dokter Hasto menuturkan bahwa penentu masa depan bangsa adalah generasi penerus. Agar menjadi generasi penerus berkualitas, maka harus dipersiapkan sejak dalam masa kandungan, agar terhindar dari stunting. Ada waktu 1.000 hari mencegah stunting. yakni 280 hari saat di dalam kandungan dan 720 hari setelah lahir. Dalam kurun waktu inilah yang menentukan cerdas atau tidaknya seseorang.
Tentang Bangga Kencana
Bangga Kencana merupakan wujud komitmen untuk berkontribusi dalam upaya terwujudnya keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang. Program Bangga Kencana bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas dan hidup dalam lingkungan yang sehat. Salah satu fokus utama dari program ini adalah penurunan kasus stunting di Indonesia (PPKBD : Pembinaan Program Bangga Kencana – Memperkuat Sistem Informasi Keluarga, Pengembangan Smart Technology Dan Advokasi, n.d.).
Tentang Stunting
Stunting adalah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (sejak kehamilan hingga bayi berusia 2 tahun) dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Karena mengalami kekurangan gizi menahun, balita stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita umumnya (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, n.d.).
Adapun 29 karakter luhur dalam pembinaan generasi penerus yang dilakukan LDII, dapat dijabarkan sebagai berikut :
A.Tri Sukses
Terdapat 3 hal yang perlu diberikan kepada generasi penerus, agar mereka bisa meraih sukses di dunia dan akherat, yakni :
- Akhlaqul Kharimah
- Alim dan Faqih
- Mandiri
B.6 Tobiat Luhur
Dalam membentuk kebiasaan yang luhur, terdapat 6 hal yang harus ditanamkan kepada generasi penerus, meliputi :
- Rukun
- Kompak
- Kerjasama yang baik
- Jujur
- Amanah
- Mujhid muzhid
C,4 Tali Keimanan
Agar keimanan para generasi penerus dapat terikat di dalam hati masing-masing, maka perlu diikat dengan tali 4 hal yang terdiri dari :
- Bersyukur
- Mempersungguh
- Mengagungkan
- Berdoa
D,3 Prinsip Kerja
Mengingat dalam kehidupan juga perlu kebutuhan yang diperoleh dari bekerja, generasi penerus harus dibekali 3 hal prinsip kerja yang terdiri dari :
- Benar
- Kurup
- Janji
E.4 Qodar Alloh
Dalam sebuah hadis Riwayat Nabi Muhammad SAW, disebutkan bahwa lima puluh ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan, Allah SWT sudah menulis qodar setiap manusia yang hidup di dunia. Ada 4 macam qodar Allah SWT, meliputi :
- Apabila diberi qodar nikmat, bersyukur
- Apabila diberi qodar musibah, istirja’
- Apabila diberi qodar cobaan, sabar
- Apabila diberi qodar salah, bisa bertaubat
F.4 Roda Berputar
Ada kata bijak yang menyebutkan bahwa hidup di dunia ini bagaikan roda berputar, terkadang di atas, kadang pula di bawah. Setidaknya terdapat 4 hal yang dialami setiap manusia, yakni :
- Bagi orang yang kuat, agar membantu orang yang lemah
- Bagi orang yang bisa, agar membantu kepada orang yang tidak bisa.
- Bagi orang yang ingat, agar mengingatkan kepada orang yang lupa.
- Bagi orang yang melakukan kesalahan, dinasehati agar mau bertaubat
G. 5 Syarat Rukun dan Kompak
Hampir semua orang menghendaki hidup dengan rukun, baik di dalam keluarga maupun di masyarakat. Selain itu dibutuhkan kekompakan dalam setiap Langkah kehidupannya. Berikut ini ada 5 hal yang harus dilakukan, meliputi :
- Menerampilkan berbicara yang baik dan benar
- Jujur, bisa dipercaya dan mempercayai
- Sabar, keporo mengalah dan berebut mengalah
- Tidak merusak kepada orang lain, baik diri, harta, hak asasi dan kehormatan
- Saling memperhatikan dan menjaga perasaan
Menutup materi yang diberikan, dokter Hasto menyampaikan bahwa 29 karakter luhur seperti di atas, sejalan dengan program BKKBN. “Saya tahu LDII memiliki program pendidikan yang baik, seperti alim, faqih, dan sebagainya itu. Program ini sesuai dengan yang ada di BKKBN,” pungkasnya.





