Komitmen Menuju ProKlim Lestari, Adakan Deklarasi dan Training of Trainer

Deklarasi ProKlim
Waka Organisasi, Manajemen dan Hukum Kwarda DIY dan Plt. Waka Pengabdian Masyarakat, Penanggulangan Bencana dan Lingkungan Hidup Kwarda DIY Edy Heri Suasana membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan Kampung Pramuka Sangurejo menuju ProKlim Lestari, Senin (16/9/2024).

Sleman, Jogjakeren.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) melalui Departemen Litbang, Iptek, Sumberdaya Alam, dan Lingkungan Hidup (LISDAL) menggelar Deklarasi dan Training of Trainer (ToT) Menuju Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari yang dipusatkan di Desa Wisata Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman, pada Senin (16/9/2024).

Deklarasi dan TOT ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2024. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertindak sebagai pelaksana kegiatan.

Menuju ProKlim Lestari pada 2025 mendatang, LDII sudah mendampingi tiga desa ProKlim terdiri dari Padukuhan Sangurejo Sleman, Girikerto Ngawi, dan RW 5 Agrowisata Pekanbaru yang ketiganya telah meraih predikat ProKlim Utama.

Read More

Deklarasi dihadiri langsung Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY Mohammad Iqbal Apriansyah, MUI DIY, Forkopimda Kabupaten Sleman, Forkopimcam Kapanewon Turi, dan tokoh masyarakat setempat.

Deklarasi dibuka dengan tarian sambutan dari Badui Tunas Muda dan Pencak Silat Padepokan Satriyatama. Pada kesempatan ini, Ketua Kwarda DIY diwakili Waka Organisasi, Manajemen dan Hukum Kwarda DIY Edy Heri Suasana menyampaikan bahwa Kampung Pramuka Sangurejo menjadi salah satu tempat yang bisa berperan besar kepada masyarakat.

“Sangurejo ini luar biasa, masyarakat di sini sangat intens dalam melakukan program-program dengan didampingi oleh LDII, sehingga Kampung Pramuka Sangurejo menjadi kampung yang penuh potensi,” ujarnya yang juga Plt. Waka Pengabdian Masyarakat, Penanggulangan Bencana dan Lingkungan Hidup Kwarda DIY.

Deklarasi ProKlim
Pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur atas capaian Kampung Pramuka ProKlim Pertama hasil kolaborasi dengan gerakan pramuka Sako Sekawan Persada Nusantara (SPN) – LDII DIY.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan dilakukannya pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur atas capaian Kampung Pramuka ProKlim Pertama hasil kolaborasi dengan gerakan pramuka Sako Sekawan Persada Nusantara (SPN) – LDII DIY.

Dilanjutkan launching 29 Karakter Luhur LDII bidang Lingkungan Hidup, deklarasi sinergi LDII menuju ProKlim Lestari, launching “Living Museum Kampung Iklim Sangurejo”, dan pemberian sertifikat penghargaan “Bupati Peduli Sampah” oleh Ketua DPP LDII Prof Sudarsono.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi tinggi atas adanya Deklarasi dan ToT Menuju ProKlim Lestari. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman kami mengucapkan terima kasih. Kegiatan ini merupakan momentum untuk membawa kesadaran dan memberi edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan bersama,” ujarnya.

Di waktu yang sama, Bupati Sleman juga mendapat Piagam Penghargaan sebagai Bupati Peduli Sampah di Kabupaten Sleman. “Saya berterima kasih atas penghargaan ini, dengan LDII memberikan penghargaan adalah apresiasi yang mewujudkan atas kerja sama semua tim,” ungkapnya. Ia juga menambahkan, jika kerja sama semua tim merupakan sinergi atas kebijakan pemerintah sehingga masyarakat bisa paham, bisa mengolah sampah organik maupun anorganik dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk langkah konkret deklarasi tersebut, kemudian dilakukan launching Sekolah Lansia ProKlim, dilanjutkan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) LDII DIY dan BKKBN DIY.

Deklarasi ProKlim
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BKKBN DIY dan LDII DIY pada Deklarasi dan ToT Menuju ProKlim Lestari di Desa Wisata Sangurejo, Senin (16/9/2024).

“Ada dua program besar BKKBN yang akan ditandatangani PKS dengan LDII yakni bangga kencana dengan pendekatan adalah siklus hidup.  Harapannya dengan hadirnya kami dan LDII akan sama-sama mencetak generasi emas, generasi berkualitas,” ungkapnya.

Hasil sebuah inovasi siklus hidup lansia, di Provinsi DIY 16,69 persen angka tertinggi se-Indonesia. Banyak orang tua yang tinggal di DIY dengan berbagai macam motivasi, maka dari itu terwujudlah sebuah ide untuk sama-sama melaunching Sekolah Lansia ProKlim.

Tidak hanya itu, dalam deklarasi ini juga terdapat 11 stand yang menampilkan produk-produk unggulannya,  di antaranya Sako SPN, Ecoprint dan Craft Sangurejo (ECSA), Lembaga Pengelola Shodaqoh Sampah Remaja Komplek Masjid (LPSS Rekoma), budidaya lahan marjinal (padi dalam pot), budidaya magot, pupuk organik, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Padukuhan Sangurejo, stand kesehatan, Kelompok Wanita Tani (KWT) Ledok Wuni, Kelompok Tani Tadah Hujan, dan stand perikanan.

Kegiatan juga berlanjut dengan Pemaparan materi ToT oleh Seksi Wilayah II Balai Pengendalian Perubahan Iklim dengan materi ToT Kampung Iklim Guna Adapatasi dan Mitigasi Perubahan Iklim. Kemudian dari anggota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Agus Kurniawan dan Ketua ProKlim Sangurejo M. Chairul Huda dengan materi Jelajah Kampung ProKlim Utama Sangurejo.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *