Sinergi dan Pembiasaan, Modal Pembinaan Generasi Penerus ala Sako SPN Sleman

Sako SPN Sleman
Kak Faqih sedang memaparkan contoh perencanaan pembinaan dalam mencapai akhlak mulia dan mandiri (Minggu, 7/11/2021)

Jogjakeren.com – Sinergi menjadi poin penentu dalam eksistensi sebuah organisasi. Mengamini hal ini, Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Kabupaten Sleman mendatangkan para pemangku kebijakan (stakeholder) di wilayah Sleman Timur, Minggu (7/11/2021). Tak kurang dari 35 orang hadir mewakili Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Ngemplak, PC LDII Depok, Dewan Penasihat LDII, Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Pengurus Gugus Depan, Pakar Pendidik, dan Pembina pramuka.

Sako SPN Sleman memanfaatkan momen berkumpulnya para stakeholder ini untuk menginternalisasi pentingnya pembiasaan dalam pembinaan generasi penerus (generus). “Penyampaian nilai-nilai akan lebih mudah apabila dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Melalui simulasi, teladan, dan pembiasaan,” kata Kak Faqih Arif, pimpinan Sako SPN Sleman.

Setiap manusia memiliki kebiasaannya masing-masing. Kebiasaan ini bisa terpetakan dalam dua hal, yakni kebiasaan baik dan kebiasaan buruk. Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul The 7 Habbits of Highly Effective People menjelaskan ada 7 kebiasaan manusia yang bisa dipraktikkan supaya hidup bisa lebih produktif dan efektif.

Read More

Secara garis besar, 7 kebiasaan tersebut terbagi menjadi 3 kelompok, yakni kebiasaan yang berhubungan dengan diri sendiri, kebiasaan yang berhubungan dengan orang lain, serta kebiasaan untuk mengembangkan keahlian diri.

Bagaimana Implementasinya dalam Pembinaan Pramuka?

Sako SPN mengambil peran di dalam pembinaan generus untuk menggapai akhlak mulia dan mandiri. Artinya, akhlak mulia dan mandiri merupakan tujuan pembinaan. Oleh karenanya, para pemangku kebijakan harus membuat sebuah perencanaan pembinaan yang matang. Melalui konsep ‘Begin with the End in Mind‘, tentu tujuan pembinaan akan lebih mudah dicapai.

“Kita bisa menyusun strategi dan membuat langkah-langkah yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut,” tambah Kak Faqih. Intinya, dengan menentukan tujuan sedari awal akan meminimalisasi langkah-langkah yang tidak perlu.

Selain itu, para pemangku kebijakan supaya terus mengedepankan sinergisitas. Konsep ‘Synergize: Principles of Creative Cooperation‘ menekankan pentingnya bekerja bersama tim secara harmonis dari berbagai latar belakang.

Latar belakang berbeda akan memberikan ide-ide yang lebih beragam. Bahkan, dapat mengarahkan kepada solusi yang lebih kreatif dan menguntungkan. Menutup sesi diskusi, pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Sleman serukan semangat sinergitas. “Kita sebagai organisasi perlu sinergi. Tidak boleh terkotak-kotak, karena kita satu tubuh,” ujar Kak Dodik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *