Studi Reportase, Mahasiswa STMM Kunjungi Kampung Iklim Utama Padukuhan Sangurejo

Mahasiswa STMM
Mahasiswa STMM melakukan kunjungan ke kampung iklim utama sangurejo dalam rangka studi reportase.

Sleman, Jogjakeren.com – Padukuhan Sangurejo menjadi makin ramai mendapat kunjungan dari berbagai institusi. Mulai dari universitas dalam dan luar negeri, Duta Ecosoc PBB, NGO, ormas dan berbagai institusi pemerintahan terutama yang terkait lingkungan hidup dan kehutanan setelah mendapatkan predikat sebagai ProKlim Utama pada tahun 2024 ini.

Padukuhan Sangurejo yang terletak di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Sleman, Yogyakarta telah bertransformasi dari perkampungan yang padat, kumuh dan miskin (Pakumis) menjadi desa wisata yang memiliki berbagai keunggulan. Padukuhan Sangurejo saat ini menjadi perkampungan yang bersih, sejuk, sehat, penduduk yang ramah dan memilki banyak spot wisata edukasi setelah dibina menjadi Kampung Iklim (ProKlim).

Banyak yang penasaran dengan transformasi Padukuhan Sangurejo ini, salah satunya adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta. Tujuh mahasiswa STMM ini mendapatkan tugas reportasi dan memilih Sangurejo sebagai obyek reportase, “Padukuhan Sangurejo dipilih karena menarik dan sangat viral di media akhir-akhir ini,” ungkap salah satu mahasiswa semester 3 STMM Yogyakarta, Anggita.

Read More
Padukuhan Sangurjo
Kunjungan mahasiswa STMM studi reportase ProKlim Sangurejo. Membangun impian ProKlim Lestari, padukuhan yang bersih, sejuk, ramah aman dan damai di Sangurejo.

ProKlim Padukuhan Sangurejo saat ini telah bertransformasi menjadi destinasi eduwisata yang menarik dan kaya pengetahuan serta nilai budaya. Mahasiswa STMM seyogyanya akan berkunjung kembali ke Padukuhan Sangurejo untuk mengambil gambar dan video reportase.

Kunjungan didampingi anggota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Agus Kurniawan yang juga mendampingi ProKlim Padukuhan Sangurejo. Diketahui, Padukuhan Sangurejo belum lama dideklarasikan menuju ProKlim Lestari yang merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Senin (16/9/2024) lalu. Pada deklarasi itu, turut dilaunching inovasi yang mendukung ProKlim Lestari di antaranya 29 Karakter Luhur bidang lingkungan hidup, Sekolah Lansia ProKlim, dan Living Museum  Kampung Iklim Sangurejo.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *