Sleman, Jogjakeren.com – Remaja MDT Al-Fattah Ummu Dani Salamah (MASDANIS) di bawah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Purwomartani melangsungkan acara handcraft class. Acara tersebut diikuti remaja dari usia SMP hingga usia pra nikah di teras Masjid Ummu Dani Salamah pada Jumat (20/9/2024).
Handcraft atau kerajinan tangan saat ini sangat populer di media sosial dan cukup digandrungi remaja. Banyak kelas akitvitas kreatif yang ditawarkan untuk melatih kreativitas, menghilangkan stres, sebagai hiburan dan menambah pengalaman. Biasanya aktivitas yang ditawarkan dikenakan biaya untuk bisa mendapatkan peralatan dan perlengkapannya.

Praktik handcraft class yaitu dengan membuat keychain atau gantungan kunci dari kain. “Menjahit termasuk dalam hard skill yang semua orang dapat pelajari tanpa menghiraukan gender. Jadi tidak perlu malu untuk menambah skill kemandirian dibidang menjahit,” ujar Thesa Sandika Bidari pemateri handcraft class.
Materi yang diberikan mulai dari memperkenalkan alat jahit tangan dan bahan yang digunakan. Ia juga mengajarkan praktik menjahit dengan tangan kepada remaja laki-laki dan perempuan. Setelah selesai praktik para remaja bisa membawa pulang hasil karyanya masing-masing.
Saat acara berlangsung Thesa meminta pendapat peserta tentang pengalaman pertama menjahit dengan tangan. Menurut beberapa remaja menjahit itu ada seninya, sulit, menyenangkan apabila sudah mengerti caranya dan sangat menghibur untuk mengisi waktu luang. “Hard skill ini sangat penting dipelajari bagi remaja putri untuk kemandiriannya, terutama setelah menikah. Setidaknya mereka bisa memasang kancing dan mengerti dasar menjahit dengan tangan,” kata Thesa.
“Penting bagi remaja untuk banyak mencoba hal baru yang positif untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuannya. Karena tidak ada salahnya belajar, siapa tahu ilmu tersebut bisa bermanfaat dikemudian hari,” pesan Thesa kepada remaja MASDANIS.





