Konawe, jogjakeren.com – Koro pedang merupakan tanaman perdu yang merambat dan termasuk tanaman jenis kacang-kacangan. Koro pedang berpotensi tinggi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk olahan pangan. Koro pedang memiliki kandungan protein sebesar 27,4%, karbohidrat 66,1%, dan lemak 2,9%. Dengan kandungan proteinnya yang tinggi, maka koro pedang dapat dimanfaatkan sebagai substitusi bahan baku kedelai dalam pembuatan tempe.
Tim KKN-PPM UGM Unit SG-008, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan yang dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan, Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc. melakukan penanaman tanaman koro pedang di lahan salah satu warga yang berlokasi di Dusun 3 Polepoleloa, Desa Namu, Kecamatan Laonti, Konawe Selatan.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, salah satu anggota tim, Sherly Rayhan Sinta Putri yang menginisiasi penanaman memamparkan bahwa koro pedang merupakan tanaman yang mudah tumbuh di daerah marjinal, seperti lahan dengan suhu dan kelembaban yang tinggi. Sherly juga menambahkan bahwa iklim tropis menjadi habitat yang cocok bagi pertumbuhan koro pedang. Sherly berharap kedepannya penanaman koro pedang dengan hasil yang berkelanjutan dapat menjadikan Desa Namu dapat menjadi desa yang mandiri dalam upaya pengadaan pangan.





