Kuningan, Jogjakeren.com – Permasalahan terkait sampah merupakan permasalahan publik yang dialami oleh hampir seluruh masyarakat di Indonesia. Sampah menjadi persoalan yang seakan tidak pernah menemui ujung karena proses penanganan dan juga sistem pengelolaan yang dijalankan masih belum dapat berlangsung secara efektif serta efisien.
Paradigma masyarakat kebanyakan dalam mengelola sampah juga masih berkutat pada pola kumpul, angkut, dan buang. Kondisi tersebut kemudian berakibat pada semakin banyaknya timbulan-timbulan sampah yang mencemari lingkungan serta membuat volume sampah yang berada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi sulit untuk terkendali. Atas dasar permasalahan tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) di Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat tergerak untuk melakukan aksi sosial tangani sampah melalui kegiatan yang bertajuk “Sosialisasi Kenali Sampah dan Pengolahannya”.
Kegiatan “Sosialisasi Kenali Sampah dan Pengolahannya” dilaksanakan pada Sabtu (10/8/2024) di Balai Lingkungan Wangun, Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan ini dipelopori oleh tiga orang mahasiswa UGM yang berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, yaitu Fariz Risky Pradana (Sosiologi), Dinda Ayu Larasati (Teknik Sipil), dan Inayatun Nur’aini (Pertanian).
Pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai pada pukul 16.30 WIB dan berakhir pada 18.00 WIB. Peserta dari kegiatan “Sosialisasi Kenali Sampah dan Pengolahannya” merupakan ibu rumah tangga yang tinggal dan beraktivitas di lingkungan Wangun. Dalam pelaksanaannya, kegiatan “Sosialisasi Kenali Sampah dan Pengolahannya” terbagi ke dalam tiga tahapan, yaitu pembangunan paradigma pengelolaan sampah yang baik, metode pengolahan sampah organik, dan metode pengolahan sampah anorganik.
Kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah di Balai Lingkungan Wangun diawali dengan pemaparan mengenai bagaimana cara membangun paradigma pengelolaan sampah yang baik di tengah masyarakat. Fariz, selaku mahasiswa yang menjadi pemateri pada sesi ini membuka pemaparan dengan penjelasan mengenai pentingnya melakukan pengelolaan sampah secara baik. Dalam penjelasannya, Fariz menerangkan bahwa kondisi TPS yang kerap kali overload dan kebakaran yang terjadi di beberapa TPA menjadi indikasi bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan masyarakat saat ini masih belum menunjukan pola yang tepat.

“Sebagai masyarakat yang peduli lingkungan kita harus mulai meninggalkan pola kumpul, angkut, buang dan beralih kepada pola reuse, reduce, dan recycle,” ucap Fariz dalam pemaparannya. Tidak hanya berhenti di situ, Fariz juga mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampahnya sedekat mungkin dari sumber. Hal tersebut dimaksudkan agar jumlah timbulan sampah yang berada di lingkungan dapat semakin berkurang.
Setelah dilakukan pemaparan terkait paradigma pengelolaan sampah yang baik, kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan mengenai metode pengolahan sampah organik yang disampaikan oleh Inayatun serta metode pengolahan sampah anorganik yang disampaikan oleh Dinda. Pada sesi pemaparan mengenai metode pengolahan sampah organik, Inayatun menjelaskan bahwa sampah organik sisa makanan yang selama ini dibuang begitu saja dapat dimanfaatkan menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang dapat menyuburkan tanaman. Dalam kesempatan tersebut Inayatun juga secara langsung mendemonstrasikan cara pembuatan POC dengan bermodalkan sampah sisa makanan dan alat berupa dua ember bekas.

metode pengolahan sampah organik

metode pengolahan sampah anorganik





