Konawe, jogjakeren.com – Pengabdian kepada masyarakat atau Kuliah Kerya Nyata (KKN) merupakan salah satu bagian penting dari pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di Universitas Gadjah Mada. Seperti halnya KKN-PPM UGM SG 008 yang bertema “Optimalisasi Potensi Lokal Melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Wisata di Desa Namu, Batujaya, dan Malaringgi” ini dijalankan oleh 29 mahasiswa UGM dari tanggal 18 Desember 2023 sampai dengan 5 Februari 2024.
Tim ini sempat mendapat apresiasi dari H. Surunuddin Dangga, S.T., M.M. selaku Bupati Konawe Selatan pada saat penarikan tanggal 3 Februari 2024 kemarin. Mustofa Rohim, mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIPOL) UGM, pada pertengahan Desember sampai dengan awal Februari, menjalankan KKN-PPM di Desa Namu Dusun 3 dan 4, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan yang menjadi saksi semangatnya untuk mengabdi pada masyarakat melalui peningkatan literasi. Program ini telah dirancang oleh tim KKN-PPM UGM di bawah bimbingan Dra. Eko Sulistyani, M.Sc., dengan tujuan utama untuk memberikan pendidikan yang komprehensif kepada siswa-siswi di SMP Negeri satu atap 1 Konawe Selatan.
Program yang dijalankan oleh Rohim berfokus pada peningkatan literasi di sekolah setempat. Ia sadar bahwa peningkatan literasi pada siswa-siswi SMP setempat adalah salah satu kunci sukses bagi anak-anak di era globalisasi ini. Melalui pemberian materi yang mudah diterima, pendekatan yang interaktif, dan donasi buku yang dikumpulkan dari Jogja untuk Desa Namu dapat menumbuhkan semangat membaca bagi anak-anak SMP Negeri satu atap 1 Konawe Selatan.

Masyarakat menyambut program ini dengan antusias. Anak-anak yang semula memiliki minat yang kurang dalam membaca, kini mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dikarenakan ada buku-buku bacaan dengan judul yang beragam. Rohim tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator yang membantu membangun rasa percaya diri dalam diri anak-anak untuk tidak takut akan memperjuangkan mimpi mereka salah satunya melalui peningkatan membaca.
Pentingnya meningkatkan minat untuk membaca tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan saja, tetapi juga menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan. “Dengan adanya program ini, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan, terutama bagi anak-anak yang memiliki masa depan yang panjang. Hal ini juga menjadi salah satu alat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dan membuka peluang akses ke berbagai kesempatan,” harapnya.
Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Rohim adalah cerminan dari peran mahasiswa dalam membawa perubahan positif ke berbagai lapisan masyarakat. Dengan semangat dan dedikasinya, ia membuktikan bahwa mahasiswa Sosiologi Fisipol UGM tidak hanya berkomitmen pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga memiliki peran aktif dalam menciptakan dampak positif di masyarakat. Program ini harapanya dapat menjadi secerca harapan dan inspirasi kepada anak-anak SMP Negeri Satu Atap 1 Konawe Selatan untuk menghadapi masa depan yang lebih cerah sebagai generasi penerus bangsa.





