Jogjakeren.com – Koperasi adalah lembaga sosial-ekonomi yang memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan kegiatan ekonomi kerakyatan. Semakin berkembangnya koperasi, maka ketersediaan sistem aplikasi yang berbasis online sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi. Terlebih di era digital saat ini, kecepatan dan ketepatan informasi menjadi sesuatu yang sangat penting.
“Pelatihan diselenggarakan dalam rangka nggayuh marang kasampurnan, yaitu proses menuju ke kesempurnaan. Pelatihan ini merupakan salah satu ikhtiar koperasi menuju ke arah yang lebih baik,” ujar Dewan Penasehat Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Perempuan “Budi Pekerti Luhur” KSPPS-P BUPELUR, Drs. Sumarwiyanta, M.Si., Sabtu (18/6/2022).
Dalam sambutannya pada Pelatihan Sistem Manajemen Koperasi Syariah (SIMAKSI), semakin bertambahnya jumlah anggota, koperasi dituntut untuk lebih teliti dan lebih cermat dalam menyajikan informasi. “Adanya informasi yang jelas, lengkap dan akurat akan memudahkan koperasi dalam mengambil keputusan yang lebih tepat,” jelasnya.
Untuk menuju ke perubahan yang lebih baik memang tidak selamanya bisa berjalan mulus, “Namun kita tetap harus berusaha untuk bergerak. Bukan perfeksionis tapi progressionis, selalu ada perubahan menuju ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Pelatihan yang dilaksanakan di Kompleks Masjid Al Fattah Pundungrejo, Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman ini diikuti pengurus, pengawas, pengelola, dan Dewan Pengawas Syariah Koperasi KSPPS-P BUPELUR dengan total peserta 10 orang.
Menghadirkan trainer langsung dari PT Global Syariah Sistem (GSS) Bandung sebagai penyedia aplikasi SIMAKSI, yaitu Indra Surya dan Bayu Lingga. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang telah diselenggarakan secara online.
Tujuan diselenggarakannya pelatihan ini selain untuk meningkatkan kemampuan SDM juga untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja KSPPS-P BUPELUR. “Mengingat sampai dengan bulan Mei 2022 ini jumlah anggota koperasi sudah mencapai 225 anggota dengan total aset sebesar 770 juta lebih,” kata Sekretaris KSPPS-P Bupelur Fitri Anomsari, S.Sos., M.Ab.
Menurutnya, dengan adanya pelatihan ini kualitas SDM akan meningkat, pelayanan kepada anggota juga bisa semakin cepat dan akurat.





