Urai Problematika Remaja Masa Kini, LDII Sleman Gelar Srawung Si Raja

  • Whatsapp
LDII Sleman
Pelaksanaan Srawung Si Raja (Silaturahmi Remaja Andalan) secara online bersama kalangan muda LDII Sleman, Minggu (26/9/2021).

Jogjakeren.com – Perkembangan zaman turut mempengaruhi dinamika permasalahan di tengah masyarakat, tidak terkecuali kalangan remaja. Istilah Quarter Life Crisis mungkin tak asing di telinga kita. Hal ini merupakan satu dari sekian banyak problematika yang kerap dijumpai oleh remaja, selain hubungan sebaya, juga hubungan dengan orang tua, kemandirian finansial, dan kesehatan mental.

Menanggapi problematika remaja saat ini, Penggerak Pembina Generus (PPG) Insan Mulia menggelar kegiatan Srawung Si Raja (Silaturahim Remaja Andalan), Minggu (26/9/2021). Srawung Si Raja dikemas dalam bentuk  Forum Group Discussion (FGD) bersama dengan pemuda LDII wilayah Sleman Barat.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan Srawung si Raja melibatkan fasililator FGD dari berbagai kalangan, mulai dari guru formal, psikolog, pendakwah, akademisi, pebisnis, hingga praktisi pendidikan informal,” tutur Taufik Hudha, mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang sekaligus menjadi fasilitator FGD.

Srawung si Raja dilaksanakan secara virtual sebagai bentuk adaptasi di tengah pandemi Covid-19. Sebanyak 27 Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII di wilayah Sleman Barat mengutus minimal 3 perwakilan remaja putra dan putri.

Fadhillah Nurisa perwakilan PAC Sendangadi menuturkan pentingnya kegiatan Srawung Si Raja, “Selain bisa saling kenal, kita juga bisa bertukar pikiran, bisa saling memberi saran atas permasalahan yang kita jumpai. Ada yang memiliki permasalahan yang sama, bisa juga berbeda,” katanya.

Dengan mulai terurainya problematika di kalangan remaja, remaja LDII Sleman Barat diharapkan dapat menjadi remaja andalan, sebagaimana tagline kegiatan Srawung Si Raja. Ketua PPG LDII Insan Mulia H. Mohammad Sahli menggarisbawahi pentingnya kegiatan-kegiatan serupa dalam mengawal pembinaan generasi penerus LDII.

“Saya sudah mendengarkan beberapa hasil FGD. Semoga bisa menjadi masukan untuk program pembinaan,” kata H. Mohammad Sahli.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *