Warga Sangurejo Kembangkan Cairan Pembusukan Sampah Dengan Bahan Organik

pengelolaan sampah
Hasil fermentasi cairan dari olahan sampah organik

Sleman, jogjakeren.comDesa Wisata Sangurejo disamping menjadi Kampung Pramuka sekarang bertambah predikatnya sebagai Kampung PROKLIM (Program Kampung Iklim). Dengan dijadikannya proklim, perkembangan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat. Kualitas pengetahuan terhadap lingkungan di Sangurejo semakin bertambah dengan banyak sosialisasi dan kunjungan dari beberapa tamu yang memberikan insight dan tukar pikiran terkait inovasi melestarikan lingkungan.

Suharjo salah satu warga Sangurejo juga Ketua RT 03 Dusun Sangurejo membuat sebuah cairan yang mempercepat pembusukkan sampah organik. Suharjo telah melakukan percobaan yaitu dengan memasukkan dalam tabung komposter, ternyata efektif mempercepat pembusukan dengan waktu cepat. Cairan tersebut terbuat dari bahan baku pisang.

Mau tahu bagaimana caranya?

  1. Langkah pertama siapkan sebuah tabung galon 15 liter, kemudian diisi air sekitar 10 liter.
  2. Siapkan 5 pisang yang sudah busuk maupun sudah matang kemudian hancurkan sampai terpotong kecil-kecil beserta kulitnya.
  3. Kalau sudah masukkan potongan-potongan pisang tadi ke dalam air galon dan tutup rapat.
  4. Kemudian difermentasi selama 7 hari, galon dibuka setiap hari agar gas yang menumpuk di dalam bisa keluar. Cairan tersebut sudah bisa membusukkan sampah organik lebih cepat dan juga semakin efektif menjadi komposter.
  5. Takaran untuk tabung komposter bervolume 200 liter biasanya disiram cairan tersebut dengan takaran satu gayung mandi.

Menurut Suharjo, proses pembuatan cairan tidak hanya menggunakan pisang saja, tetapi bisa dengan bahan lain. “Selain itu, juga bisa menggunakan nanas yang sudah agak membusuk kemudian diremas sampai hancur sama seperti di atasmetodenya. Buah mangga yang sudah busuk juga bisa. Kalau tidak ada buah bisa menggunakan tempe busuk dan ditambahkan gula pasir secukupnya,” terangnya.

Read More
kompos sampah
Contoh penyiraman cairan ke komposter

Agar kualitas cairannya semakin bagus maka air yang digunakan untuk fermentasi juga bisa menggunakan air bekas cucian beras dan air kelapa. Dengan air tersebut fermentasi semakin cepat dan hasilnya juga semakin bagus.

Peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam sektor lingkungan seperti di atas adalah langkah efektif dalam rangka menjaga lingkungan. Dengan kesadaran tersebut masyarakat teredukasi bagaimana mengelola sampah dengan baik bahkan bisa menjadi barang yang bermanfaat. Keterlibatan seluruh stakeholder utamanya masyarakat desa bisa menjadi pelopor pelestari lingkungan dengan kearifan lokalnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *