Webinar Expo Campus, Dosen UGM Paparkan Pentingnya Melanjutkan Studi Perguruan Tinggi

  • Whatsapp
Expo Campus
Webinar Expo Campus 2020, "Mempersiapkan Diri Demi Masa Depan", Kamis (17/12/2020).

Jogjakeren – Melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi dapat memberikan peluang dan menambah keterampilan serta pengalaman. Hal itu diungkapkan Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Atus Syahbudin, S. Hut., M. Agr., Ph.D., melalui webinar Expo Campus 2020, Kamis (17/12/2020).

Webinar yang diselenggarakan oleh SMA Budi Utomo Gadingmangu, Perak, Jombang ini bekerja sama dengan Dosen UGM, Chief Executive Officer (CEO) Aku Pintar dan para Alumni SMA Budi Utomo. Mengangkat tema “Mempersiapkan Diri Demi Masa Depan”, webinar dilaksanakan melalui video teleconference zoom dan kanal YouTube SMABU yang juga diikuti seluruh siswa kelas XII secara daring.

Bacaan Lainnya

Expo Campus
Webinar Expo Campus 2020, “Mempersiapkan Diri Demi Masa Depan”, Kamis (17/12/2020).

Pentingnya Melanjutkan Perguruan Tinggi

Atus Syahbudin selaku narasumber menyampaikan materi tentang “Motivasi Pentingnya Melanjutkan Studi ke Perguruan Negeri Baik di Indonesia Maupun di Luar Negeri”.

“Memang untuk kuliah tidak sedikit biaya yang dikeluarkan sebagai investasi di masa mendatang, namun apabila kita memaksakan untuk berhenti hanya pada jenjang SMA, maka peluang profesi yang di dapatkan sangatlah minim dari segi keterampilan dan pengalaman,” paparnya.

Atus menambahkan, perlu digaris bawahi, biaya bukan menjadi penghalang untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, “Mengapa demikian? Karena banyak sekali beasiswa-beasiswa yang ditawarkan baik kampus luar negeri maupun kampus dalam negeri,” katanya.

“Namun untuk mendapatkan beasiswa ini harus ada bekal dan persiapan seperti mahir berbahasa inggris, memiliki portofolio, nilai raport tinggi, kemauan yang kuat, mimpi, usaha dan doa,” ungkapnya yang juga sebagai Sekretaris Prodi Fakultas Kehutanan UGM.

Kuliah sebagai pijakan untuk menggapai cita-cita yang lebih tinggi. “Untuk menunjang hal tersebut, maka carilah pengalaman melalui organisasi, meningkatkan kemampuan berbahasa asing, magang, serta publikasikan tulisanmu,” tutupnya.

Aplikasi Aku Pintar

Narasumber kedua, Lutvianto P. Handoko, S.T., M.M.T., selaku CEO Aku Pintar menyampaikan materi tentang “Bakat Minat dan Jati Diri”. Disampaikan bahwa 87% berdasarkan data dari Indonesia Developer Forum, pelajar Indonesia merasa salah jurusan dan lebih dari 71,7% pekerja Indonesia tidak bekerja sesuai dengan latar belakang Pendidikannya.

“Faktanya, banyak siswa memilih jurusan hanya berdasarkan referensi teman terdekatnya dan mengubur potensi yang ada pada dirinya, maka untuk mengatasi permasalahan tersebut Aku Pintar hadir sebagai solusi,” ungkapnya.

Melalui sebuah teknologi, Aku Pintar hadir untuk mendeteksi bakat, minat dan jati diri serta banyak fitur-fitur yang ditawarkan pada aplikasi ini. “Misalnya soal-soal latihan masuk ke perguruan tinggi, forum untuk belajar bersama dan masih banyak lagi,” katanya.

Lutvianto menambahkan, kini Aku Pintar hadir dengan berbagai fitur yang disediakan secara gratis dan fitur utamanya yaitu mengenalkan minat, potensi, dan kemampuan para siswa melalui psikotes maupun konseling bersama psikolog. Serta masih banyak  fitur yang siap menunjang kemampuan para siswa-siswa dalam menghadapi seputar permasalahan kuliah.

Tips Masuk Perguruan Tinggi

Iqbal Hanif, S.Tr.T., yang juga alumni SMA Budi Utomo dan Telecommunication Engineering PENS-ITS 2016-2020 hadir sebagai narasumber ke tiga dengan materi “Macam-macam Jalur Masuk PTN, Kedinasan, Politeknik, serta Tips dan Trik Diterima di Perguruan Tinggi”.

“Diperlukan dua senjata hidup agar diterima di perguruan tinggi yaitu usaha secara fisik dengan rajin belajar, rajin latihan, disiplin, serta usaha secara spiritual,” kata Iqbal.

Terdapat dua jalur untuk masuk Perguruan Tinggi yaitu Politeknik dan Universitas. Perbedaannya, kata Iqbal, Politeknik lebih mengarah pada praktik/ilmu terapan sedangkan universitas sebaliknya.

“Guna mengikuti di antara dua jalur tersebut, telah diurus oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT),  yaitu lembaga yang menyelenggarakan tes masuk Perguruan Tinggi bagi calon mahasiswa baru baik melalui SBMPTN, SNMPTN, maupun jalur mandiri,” jelasnya.

Sarjana Mubaligh, Mubaligh Sarjana

Narasumber selanjutnya yakni Dawan Abdul Aziz, S.Pd., alumni SMA Budi Utomo tahun 2012, juga alumni Universitas Negeri Malang. Ia memaparkan tentang “Zonasi Perguruan Tinggi, Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM), Gaya Hidup dan Menjadi Ustaz yang Baik di PPM”.

“Jadilah Sarjana yang Mubaligh, Mubaligh yang Sarjana,” tegasnya mengawali materi.

Dawan menambahkan, PPM memberi solusi untuk mencapai cita-cita tersebut. “Lalu mengapa harus memilih PPM? PPM menjadi solusi bersama karena dengan menjadi santri PPM, menjadikan diri lebih terjaga dari sisi agama, bisa berbagi ilmu melalui kegiatan belajar mengajar, biaya lebih terjangkau,  dan lainnya,” ungkap Dawan.

Expo Campus

Diketahui, Expo Campus merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memberi pengetahuan, pemahaman khususnya para siswa dan orang tua dalam mempersiapkan diri di dunia perkuliahan baik dari sisi administrasi, jalur masuk ke perguruan tinggi maupun mental dengan di dasari bakat dan minat.

Expo Campus dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan YouTube. Webinar dipilih sebagai rantai informasi supaya siswa semakin tau dan memahami mengenai perkuliahan yang akan dituju. Kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat para siswa untuk menggapai cita-citanya menuju kampus favorit mereka. (Teguh Darma/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *