Wujudkan Rasa Syukur, Masjid Baitul Makmur Kulwaru Gelar Khataman Al Quran

Lurah Kulwaru Mengikuti Khataman di Masjid Baitul Makmur Kulwaru
Lurah Kulwaru Mengikuti Khataman di Masjid Baitul Makmur Kulwaru

Kulon Progo (18/4) – Setelah mengkhatamkan tadarus Al Quran 30 juz, Masjid Baitul Makmur Kulwaru menggelar khataman. Acara dihelat pada Selasa (18/4) bertepatan dengan malam 28 Ramadhan 1444 H, sebagai perwujudan rasa syukur warga masjid yang rutin mengikuti tadarus. Lurah Kulwaru, H. Sugianto hadir dan mengikuti sholat isya serta tarawih dan dirangkai dengan tadarus.

Sebelumnya, warga masjid telah rutin mengikuti kegiatan tadarus Al Quran selama bulan Ramadhan. Waktu bakda sholat tarawih dimanfaatkan untuk membaca Al Quran dengan dipandu seorang guru hingga pukul 21.30 WIB.

Suratman, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Kulwaru, mengungkapkan bahwa acara ini di samping merupakan perwujudan rasa syukur, juga bertujuan mempererat silaturahim dengan warga sekitar masjid yang terletak di bagian selatan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Read More

Dalam sambutannya, H. Sugianto, menyatakan rasa bangganya terhadap masjid Baitul Makmur Kulwaru. “Saya bangga, bersyukur masjid ini bisa mengkhatamkan Al Quran dengan diikuti seluruh warga. Yang penting bisa menjaga ketentraman. Apalagi nanti ada kemungkinan 2 waktu lebaran. Dipersilakan, yang penting tetap rukun. Ibadah yang baik di bulan ramadhan ini, mari terus dilanjutkan di bulan syawal dan selanjutnya,” pesan H. Sugianto.

Senada dengan Lurah Kulwaru, Wanhat PAC Kulwaru, H. Bambang Subekti, M. A., menekankan pentingnya menjaga toleransi dan persaudaraan antarwarga. “Kita jaga kerukunan. Kita jaga kekompakan. Masjid ini terbuka bagi siapa saja yang ingin beribadah, tidak hanya untuk warga majelis taklim LDII saja. Mari dilanjutkan menjaga persaudaraan dan memakmurkan masjid Baitul Makmur,” ujar H. Bambang seraya berharap, semoga kegiatan ini bisa terus dilanjutkan dan mempererat persaudaraan antarwarga Masjid Baitul Makmur Kulwaru dan sekitarnya.

Kesederhanaan Tidak Mengurangi Semangat Beribadah

Selama ini, masjid diidentikkan dengan kebesaran, kemegahan, dan keindahan arsitektur yang memukau. Namun, Masjid Baitul Makmur ini bisa menjadi sebuah pengecualian. Meski sederhana, masjid ini tidak pernah kehilangan semangat dan makna dalam beribadah bagi warganya.

Hal ini mengajarkan kita bahwa kesederhanaan tidak selalu identik dengan kurangnya semangat beribadah. Kita dapat beribadah dengan khusyuk dan meraih keberkahan di mana saja, termasuk di dalam masjid yang sederhana.

Suratman mengungkapkan, bahwa masjid tersebut memang dalam proses pembangunan. Saat ini, kondisi lantai berupa semen, belum tertutup keramik. Jendela dan pintu tertutup tripleks, sebagai penghalang udara dingin agar jamaah masjid tetap merasa hangat di dalamnya. “Alhamdulillah, sedikit demi sedikit kita memperbaiki masjid ini. Kami haturkan terima kasih kepada Bapak Lurah, atas bantuan kayu jati di awal ramadhan ini. Insya Allah kami manfaatkan sebaik-baiknya,” ungkap Suratman.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *