4 Cara Mudah Mengatasi Prokrastinasi

  • Whatsapp
Prakrastinasi
Ilustrasi (Foto: freepik.com)

Jogjakeren РPerlu kita ketahui, prokrastinasi adalah tindakan menunda-nunda sesuatu yang harus dilakukan, seringkali sesuatu ini menimbulkan perasaan negatif atau tidak menyenangkan. Seseorang baru dianggap melakukan prokrastinasi apabila dirinya sengaja menunda pekerjaan karena sesuatu yang tidak penting atau bukan prioritas, sekalipun ia mengetahui akibat buruk dari penundaan tersebut.

Bisa jadi seseorang menunda pekerjaan tersebut karena merasa masih punya banyak waktu untuk menyelesaikannya dan merasa masih ada hari esok, namun pada akhirnya ia justru menyelesaikan pekerjaannya last minutes sebelum waktu yang ditentukan. Nah, lalu bagaimana agar kita terhindar dari prokrastinasi? Simak 4 cara berikut.

  1. Jangan takut gagal

Salah satu cara mengatasi rasa takut adalah dengan terapi eksposure yaitu secara bertahap mengahadapkan diri kita pada hal yang kita takuti. Jadi ketika kita merasa cemas atau tidak percaya diri dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Hadapi, mulai, dan selesaikan. Mulailah dari sesuatu yang dapat kita lakukan dan mungkin hanya sedikit rasa ketidaknyamanan yang dirasakan, lalu bangkitlah maka rasa percaya diri kita akan semakin besar. Apabila masih terdapat kekurangan, kita masih punya waktu untuk memperbaiki, daripada waktu terbuang untuk hal yang tidak memberikan progress untuk pekerjaan kita. Lebih baik mulai dan menyelesaikan, daripada tidak sama sekali.

  1. Jangan merasa keberatan atau kewalahan

Merasa keberatan atau kewalahan akan muncul saat kita hanya berfokus pada gambaran besarnya atau banyaknya pekerjaan. Jika kita hanya fokus pada hal itu, dalam mencapai apa pun bisa terasa menakutkan. Inilah sebabnya mengapa banyak ahli merekomendasikan untuk memecah tujuan yang lebih besar menjadi langkah-langkah tindakan yang lebih kecil. Dengan berfokus hanya pada satu atau dua prioritas pada satu waktu, kita akan cenderung menjadikan setiap perilaku baru sebagai kebiasaan. Begitu sesuatu menjadi kebiasaan, kita bisa menambahkan kebiasaan baru tanpa merasa terbebani.

  1. Jangan ragu-ragu

Hal yang dapat memicu prokrastinasi adalah tidak dapat fokus pada langkah terbaik berikutnya. Seseorang individu yang tidak yakin tentang karir apa yang ingin mereka jalani dapat bertanya, Bolehkah saya mencoba satu aktivitas baru minggu ini dan melihat apa yang saya jalani dan tidak mampu saya jalani?

Misalnya: Bisakah saya menjadi sukarelawan? Bisakah saya mengikuti kelas memasak? Bisakah saya menulis artikel tentang topik yang saya sukai? Meskipun tidak satu pun yang menjadi pekerjaannya, setidaknya ia dapat memperoleh wawasan, baik ia menikmati bekerja sendiri atau bersama orang lain, apakah ia menikmati bekerja dengan tangannya atau ia lebih suka pekerjaan yang menantang, dan sebagainya.

Kuncinya di sini adalah membuat beberapa komitmen kecil bukanlah tentang membuat pilihan jangka panjang yang “benar”, melainkan melihat tindakan tersebut sebagai batu loncatan menuju kesadaran diri dan pekerjaan yang lebih jelas arah dan tujuannya.

  1. Jangan jadi perfeksionis

Meskipun melakukan sesuatu dengan baik itu penting, kita juga perlu loh memberi izin kepada diri sendiri untuk membuat kesalahan. Ketika kita menghilangkan tekanan untuk menjadi perfeksionis atau sempurna, kita bisa menemukan bahwa, seiring waktu, akhirnya kita menghasilkan pekerjaan terbaik versi kita.

Kuncinya adalah menciptakan ruang untuk berekspresi secara kreatif yang tidak perlu memiliki filter untuk kualitas pekerjaan tersebut lalu berpikir pekerjaan kita bisa diperbaiki nantinya. Saat kita menerapkan cara ini, kita mungkin akan melihat transformasi langsung, dalam beberapa minggu atau bulan. Apa pun itu, yang terpenting kuncinya adalah memulai hari ini dengan berkomitmen pada sesuatu yang dijamin akan kita katakan “ya”.

Jadi bagaimana? Masih ingin menunda? Atau maju!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *