Alasan Kenapa Masker Scuba dan Buff Tidak Disarankan Digunakan

  • Whatsapp
tidak disarankan menggunkan masker scuba dan buff

Halo sobat jogker…

Tak terasa ya pandemi Covid-19 telah memasuki bulan ke tujuh. Pertambahan kasus di Indonesia terus bertambah. Per tanggal 6 Oktober 2020, jumlah kasus positif Covid-19 bertambah 4.056 menjadi 311.176. Angka kesembuhan bertambah 3.844 menjadi 236.437 orang. Pasien meninggal dunia bertambah 121 menjadi 11.374 orang.

Nah, mau tidak mau masyarakat Indonesia harus hidup berdampingan dengan virus Corona (Covid-19). Sebab, kata Presiden Joko Widodo, menurut informasi dari organisasi kesehatan dunia (WHO), virus Corona tidak akan hilang.

“Kita memang harus berkompromi dengan Covid, bisa hidup berdampingan dengan Covid. Yang kemarin saya bilang, kita harus berdamai dengan Covid. Karena informasi terakhir dari WHO, yang saya terima, bahwa meskipun kurvanya sudah agak melandai, atau nanti menjadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya, sekali lagi, kita harus berdampingan hidup dengan Covid,” kata Jokowi dalam video yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (15/5/2020).

Hidup berdampingan bukan berarti menyerah lo sobat jogker. Artinya kita harus menyesuaikan diri dengan keaadan pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu protokol kesehatan yang perlu diperhatikan adalah memakai masker. Sebaab memaksi masker menjadi cara paling efektif dalam mencegah penularan virus corona, yang utamanya menyebar lewat transmisi udara. Virus dapat menyebar melalui kontak langsung ketika seseorang mengeluarkan tetesan dari batuk atau bersin kepada orang lain atau bisa pula dari kontak tidak langsung ketika seseorang batuk atau bersin pada suatu permukaan benda yang kemudian disentuh oleh orang lain.

Virus juga bisa menyebar di udara melalui tetesan besar yang jatuh dengan cepat ke tanah dan tetesan kecil yang disebut aerosol. Ini dapat berpindah sejauh beberapa meter kemudian menggantung di udara untuk sementara waktu.

Tapi, sobat jogker perlu ingat bahwa ada beberapa jenis masker yang tidak disarankan untuk digunakan loh, yaitu masker scuba dan buff. Padahal, kedua masker tersebut jadi pilihan banyak orang. Sebab, pemakaiannya sangatlah mudah daripada jenis masker lainnya. Lalu apakah alasannya ?

Para ahli meragukan efektivitas dari masker scuba maupun buff. Sejumlah penelitian dari para ahli menguatkan alasan tersebut. Adapun beberapa alasan tersebut adalah sebagai berikut.

Hanya Terdiri dari Satu Lapis Saja

Seperti  sobat jogker ketahui, baik masker scuba ataupun buff hanya memiliki satu lapisan saja. Mirisnya, satu lapis kain tersebut sangatlah tipis. Sehingga, tidak bisa membantu mencegah penularan virus corona. Kemungkinan besar, virus tidak tersaring. Sementara itu, masker yang baik digunakan terdiri dari tiga lapis.

Mudah Melar

Bahaya masker scuba dan buff juga karena memiliki bahan yang mudah melar. Ketika para pengguna memakai masker akan terjadi peregangan bahan, sehingga kerapatan porinya menjadi besar. Selain itu, bisa membuat permebilitas udara menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu, peluang partikular virus menembus kain masker bisa bertambah besar.

Mirisnya lagi, penggunaan masker scuba sering salah. Beberapa orang justru menarik maskernya sampai ke dagu. Hal ini tentu bisa membuat masker menjadi lebih mudah melar dan akan membuatnya longgar ketika kembali digunakan. Sehingga, masker tidak menutup hidung dengan lebih rapat lagi.

Tidak Bisa Mencegah Droplet yang Keluar

Menurut penelitian Duke University, California Utara, buff tidak efektif untuk mencegah droplet. Droplet sendiri merupakan tetesan pernapasan yang keluar dari mulut dan menjadi salah satu media penularan virus corona. Sehingga, ketika seseorang berbicara dan dropletnya keluar, maka risiko penularannya semakin tinggi. Hal ini menjadi dasar mencuatnya bahaya masker scuba dan buff di tengah masyarakat. Bahkan, dalam penelitian tersebut menyebutkan bahwa pemakai buff memiliki risiko lebih tinggi daripada seseorang yang tidak memakai masker sama sekali.

Berbahan Elastis dan Porinya Besar

Adanya berbagai penelitian yang menyebutkan bahaya masker scuba dan buff karena alasan bahannya. Bahan dari masker scuba dan buff sangat elastis. Buff sendiri dianggap bukan sebuah masker.  Sebab memiliki jaringan pori yang jauh lebih besar.

Kemampuan Filtrasinya Rendah

Alasan yang mendasari bahaya masker scuba dan buff terakhir adalah kemampuan filtrasinya rendah. Menurut PT KCI, kedua masker tersebut hanya efektif mencegah penularan virus corona sebesar 5% saja sebab bahannya hanya satu lapis. Buff sendiri memiliki fungsi lain yang ternyata bukan untuk mencegah penularan virus Corona.

Itulah alasan yang mendasari bahaya masker scuba dan buff. Saat ini masker medis sudah banyak beredar kembali, sehingga tidak ada salahnya Anda memakai masker medis. Jika tidak ada, maka masker kain biasa sudah cukup. Tetapi jangan lupa lapisi dengan tissu atau bisa juga gunakan masker kain berlapis.

Semoga artikel tersebut dapat bermanfaat dan pandemi ini segera berakhir ya sobat jogker…

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *