Jogjakeren.com – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bantul Daerah Pemilihan (Dapil) Banguntapan dan Piyungan Novi Sarhati menghadiri perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD LDII Kabupaten Bantul di Hotel Ros In, Jalan Ring Road Selatan, Sewon, Bantul, Minggu (13/2/2022).
Musda VIII LDII dibuka secara resmi oleh Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih. Saat ditemui usai pembukaan, Novi menyambut baik pengembangan tanaman ecoprint di Bumi Perkemahan (Buper) Dewaruci. Bahkan Novi tergerak untuk mengadakan pelatihan ecoprint, “Kami akan menyiapkan dua lokasi pelatihan ecoprint bagi warga LDII di Banguntapan dan Piyungan,” katanya.
Novi meminta LDII untuk menyiapkan peserta pelatihan yang terdiri dari remaja putri dan ibu-ibu. “Saya ingin ibu-ibu rumah tangga tetap produktif, tidak hanya merawat anak, tetapi juga menghasilkan uang sehingga bisa mandiri,” ungkapnya.
Harapan Politisi Fraksi Gerindra ini sejalan dengan keinginannya untuk mendirikan wanita tangguh, yang pada prinsipnya menjadikan perempuan tidak manja, perempuan mandiri dan bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarga, “Minimal untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, sehingga tidak sedikit-sedikit minta suaminya,” ujarnya.
Di dapilnya, Novi sering memberikan sosialisasi kepada masyarakat bekerja sama dengan instansi terkait. “Misalnya sosialisasi tentang narkoba, musibah kebakaran. Jika terjadi kebakaran, masyarakat bisa langsung melakukan penanganan,” terangnya.
Untuk itu, Novi juga membuka lebar peluang kerja sama dengan LDII. “Selamat melaksanakan Musda, semoga ke depan tambah maju dan sukses,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPW LDII DIY Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., menyambut baik tawaran kerja sama dan rencana pelatihan ecoprint yang akan dilaksanakan di Banguntapan dan Piyungan. Ketua DPD LDII Kabupaten Bantul, Nanang Dwi Antoro, S.I.P., pun siap untuk menyukseskan pelatihan tersebut melalui PC Banguntapan.
Narasumber pelatihan ecoprint merupakan generasi muda LDII, “Pemilik Omah Fatma yang juga anggota Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPW DIY,” sebut Atus. Hasil pelatihan ecoprint, lanjut Atus, saat ini masih berjalan di Sleman dan Bantul, bahkan di Bantul sudah membentuk komunitas. “Bulan depan, LDII Lamongan juga akan belajar ecoprint,” ungkapnya.
Di samping itu, Buper Dewaruci terdapat miniatur ka’bah dan laboratorium ecoprint. “Kami berharap masjid-masjid di setiap kapanewon menemukan tanaman yang khas, sehingga bisa menjadi ciri khas ecoprint daerah tersebut, misalnya ecoprint banguntapan,” harapnya.
Buper Dewaruci yang diresmikan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas pada Maret 2018 lalu dan GKR Mangkubumi turut menanam pohon di area tersebut, maka Atus berharap ke depan Buper Dewaruci bisa menjadi destinasi wisata.
Sementara Wakil Ketua DPRD Bantul Damba Aktifis yang hadir pada kesempatan tersebut pun turut mendukung program LDII. “Ia berjanji akan mengkomunikasikan dengan Fraksi PAN DPR RI,” tutup Atus.





