Para ahli kesehatan sedang menyoroti tren yang mengkhawatirkan: kanker kolorektal, yang dulu identik dengan usia lanjut, kini semakin banyak menyerang anak muda. Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok usia di bawah 50 tahun, bahkan ada yang masih berusia 20-an. Kanker yang menyerang usus besar (kolon) dan rektum ini memang perlu diwaspadai sejak dini. Lantas, apa saja penyebab kanker kolorektal pada generasi muda?.
Pertama, gaya hidup sedentari atau kurang gerak menjadi biang keladi utama. Banyak anak muda yang menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan komputer, jarang berolahraga, dan kurang aktif secara fisik. Kebiasaan ini memperlambat metabolisme dan proses pencernaan, yang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan sel abnormal di usus.
Kedua, pola makan yang buruk sangat berpengaruh. Konsumsi daging merah dan daging olahan (seperti sosis, nugget, ham) yang berlebihan, serta minimnya asupan serat dari buah, sayuran, dan biji-bijian utuh, merusak keseimbangan kesehatan usus. Makanan tinggi lemak jenuh dan rendah serat dapat memicu peradangan dan konstipasi, yang dalam jangka panjang menjadi pemicu kanker kolorektal.
Ketiga, obesitas merupakan faktor risiko besar. Kelebihan berat badan, terutama di sekitar perut (obesitas sentral), menyebabkan resistensi insulin dan peradangan kronis di seluruh tubuh, termasuk saluran pencernaan. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi sel kanker untuk berkembang.
Keempat, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebih. Kedua zat ini mengandung karsinogen yang merusak DNA sel-sel di usus besar. Pada anak muda, paparan jangka panjang sejak usia remaja semakin memperbesar dampak kerusakannya.
Kelima, faktor genetik dan riwayat keluarga juga tidak boleh diabaikan. Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat kanker kolorektal atau polip usus meningkatkan risiko secara signifikan. Mereka dengan riwayat keluarga kuat disarankan untuk melakukan skrining, seperti kolonoskopi, lebih awal.
Melihat fakta bahwa kanker kolorektal banyak menyerang anak muda, langkah pencegahan sedini mungkin adalah kunci. Terapkan pola makan seimbang tinggi serat, rutin berolahraga, pertahankan berat badan ideal, hindari rokok dan alkohol, serta kenali tanda-tandanya seperti perubahan kebiasaan buang air besar (BAB), adanya darah pada feses, sakit perut yang tidak kunjung sembuh, dan penurunan berat badan drastis tanpa sebab. Jangan tunggu sampai parah, deteksi dini menyelamatkan nyawa!.




