Booster Semangat Mengaji, PAC LDII Purwomartani Adakan Pertemuan Wali Kelas dan Siswa

LDII Purwomartani
Wali kelas Edy Susanto saat memberikan arahan pada siswa pra remaja putra.

Jogjakeren.com – Majelis taklim binaan PAC LDII Purwomartani mengadakan pertemuan wali kelas remaja dan pra remaja. Acara ini diadakan untuk menambah kesemangatan dalam mengaji dengan diberi nasehat dan bimbingan bersama wali kelas. Siswa juga diperbolehkan mengungkapkan permasalahannya yang memengaruhi turunnya kesemangatan dalam mengaji, lalu diberikan bimbingan dan arahan untuk permasalahan tersebut, Jumat (24/6/2022).

Selama sesi acara dibagi menjadi 4 kelompok yakni pra remaja putra dengan wali kelas, Edy Susanto, praremaja putri dengan wali kelas, Dra. Nurkaisah Moka, remaja putra dengan wali kelas, Sunarto, dan remaja putri dengan wali kelas, Hj. C.A Kusumaningtyas, S.Psi., CHt.

Read More

Saat sesi bersama wali kelas atmosfer kehangatan antara orang tua wali dan siswa, ceria dan terbuka sangat dirasakan. Siswa ditanya tentang kesibukan sehari-hari, hobi, keluh kesahnya yang membuat terkadang turun kesemangatannya dalam mengaji, dan diberi beberapa nasehat serta tips agar tetap semangat dalam mengaji.

LDII Sambisari
Wali kelas Hj. C.A Kusumaningtyas, S.Psi., CHt. saat memberikan bimbingan dan arahan pada remaja putri.

“Semangat itu bisa diciptakan oleh diri sendiri, jika kita suka dengan suatu hal dan itu bisa dijadikan alasan kesemangatan itu muncul maka manfaatkanlah. Misalnya, saya suka punya baju baru, ketika memiliki baju baru maka gunakanlah itu sebagai tekad bahwa, saya sudah mendapatkan rasa bahagia dan semangat untuk melakukan aktivitas kembali. Intinya cari dari mana semangat itu muncul sehingga ketika melakukan aktivitas khususnya mengaji semangatnya penuh,” ujar Tyas kepada remaja putri.

Di sisi lain, Sunarto memberikan bimbingan pada remaja putra, bagaimana sebagai generasi penerus LDII harus bersikap. “Bagi kalian yang masih pelajar, jagalah pergaulan sekuat mungkin karena di usiamu saat ini rasa ingin mencari jati diri sedang tinggi-tingginya. Perbanyak mengikuti acara pengajian, karena mau tidak mau kalian akan menjadi pemimpin, minimal pemimpin dalam keluarga. Jangan sampai menyesal karena melewatkan waktu di masa muda yang hanya sekali ini,” jelasnya.

Bagi yang sudah menginjak usia mandiri, lanjut Sunarto, carilah rezeki yang halal dan kurup, jangan sampai fokus mencari rezeki saja tetapi urusan akhiratnya ditinggalkan. “Namun, jika memang hanya bisa memaksimalkan mencari rezeki, maka gunakanlah rezeki itu untuk mempersungguh sodaqohnya. Karena rezeki kita tidak akan bermanfaat di akhirat jika kita tidak sodaqoh,” tambah Sunarto.

LDII Sambisari
Wali kelas Sunarto bersama siswa remaja putra.

Sedangkan wali kelas praremaja putra Edy Susanto, memberikan bimbingan tentang kedisiplinan yang harus dimiliki  pra remaja. “Sebagai seorang anak harus taat kepada orang tua, disiplin dengan waktu seperti, membiasakan tepat waktu dalam belajarnya, tepat waktu dalam mengajinya, tepat waktu dalam shalat 5 waktunya. Kalau itu semua sudah dibiasakan sejak masih remaja, maka kelak tidak akan kerepotan dan biasa melakukan segala aktivitas tepat waktu ketika telah dewasa,” pungkasnya.

Adapun wali kelas praremaja putri Dra. Nurkaisah Moka memberikan nasehat untuk semangat dan bisa menjadi generasi yang unggul. “Kalian harus bangga menjadi generasi penerus LDII sebab remaja yang unggul itu harus bisa menjadi generasi penerus yang profesional religius. Remaja harus berani berbicara di depan umum untuk menyampaikan ide-ide atau pendapat yang inovatif, informatif dan kreatif sehingga bisa membantu melancarkan urusan kemaslahatan,” tutur Moka.

Beberapa nasehat bimbingan serta arahan yang diberikan oleh wali kelas PAC LDII Purwomartani bertujuan agar remaja dan pra remaja tetap semangat dalam mengajinya. Namun masih ada beberapa faktor yang menjadi alasan semangat itu muncul salah satunya dari menjaga kerukunan dan kekompakan antar remaja.

Jika lingkup pergaulan antara remaja masjid nyaman sehingga remaja memiliki perasaan rindu akan bertemu temannya di masjid, maka remaja akan selalu semangat dalam mengaji. Seperti halnya saling mengingatkan agenda kegiatan, saling menasehati dan membuat acara keakraban bersama. Dengan begitu jika remaja solid maka kesemangatan itu akan terus muncul.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.