BPP Pakem Menggandeng Satgas Hortikultura, Melatih Pengubinan Hasil Panen Salak

Pengubinan Salak
Penyuluh Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Pakem bersama Satgas Hortikultura Dinas Pertanian Yogyakarta melakukan pelatihan pengubinan hasil panen salak di perkebunan Desa Garongan, Turi, Sleman, Senin (8/11/2022).

Jogjakeren.com – Untuk menghitung hasil produksi lahan pertanian, Penyuluh Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Pakem bersama Satgas Hortikultura Dinas Pertanian Yogyakarta melakukan pelatihan pengubinan hasil panen salak di perkebunan Desa Garongan, Turi, Sleman, Senin (8/11/2022).

Kegiatan pengubinan tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan kerja fieldtrip Dinas Pertanian dan untuk mengetahui perkiraan potensi hasil dari pohon salak. Perkebunan yang dijadikan praktik pengubinan merupakan kebun salak milik salah satu petani di Desa Garongan, yaitu bernama Sahlan. Bahan dan alat yang diperlukan seperti, karung atau tenggok, timbangan, arit, alat penunjang lainnya seperti kalkulator dan alat tulis.

Pengubinan Salak
Perkebunan yang dijadikan praktik pengubinan merupakan kebun salak milik salah satu petani di Desa Garongan, yaitu bernama Sahlan.

“Luas kebun salak 900 m2 dengan jumlah pohon salak kurang lebih 260 pohon. Pelaksanaan pengubinan dilakukan dengan cara mengambil sampel seluas 3 m2 sebanyak tiga kali sampel. Titik pengubinan yang dipilih yaitu baris ke 4, 5, dan 6 pohon salak,” kata Pinta selaku tim Satgas Hortikultura.

Read More

Dalam satu baris akan ditentukan satu rumpun yang akan menjadi sampel pengubinan. Untuk pengubinan panen salak tersebut satu rumpunnya berbeda-beda, ada yang satu rumpun terdapat 3 pohon ada juga yang hanya satu pohon, apalagi tidak semua pohon terdapat salak yang siap panen. Setelah dihitung dan diakumulasi dari tiga sampel yang diambil dalam pengubinan tersebut didapatkan hasil sebanyak 2,209 kg salak.

Pengubinan Salak
Proses pelatihan pengubinan hasil panen salak bersama BPP Pakem dan Satgas Hortikultura Dinas Pertanian Yogyakarta.

Penyuluh BPP Kapanewon Turi dan Pakem, Sugeng yang turut hadir dalam kegiatan tersebut sangat mengapresiasi atas apa yang telah diupayakan oleh tim Satgas Hortikultura Dinas Pertanian Yogyakarta. “Ini semua tidak terlepas dari kerja sama yang dilakukan oleh BPP dengan Dinas Pertanian Yogyakarta dalam upaya meningkatkan hasil produksi pertanian di Kapanewon Turi sehingga petani mendapatkan hasil yang lebih meningkat dari sebelum-sebelumnya,” kata Sugeng.

Sugeng menambahkan, dari hasil pengubinan salak tersebut menunjukan bahwa, tanah perkebunan dalam wilayahnya itu memiliki kualitas yang sangat bagus. Tinggal bagaimana cara petani mengolah dan memanfaatkannya. Meski begitu, tantangan petani dalam mengolah dan memanfaatkan pohon salak begitu banyak. Baik itu adanya hama tikus, cuaca yang berubah-ubah, dan harga jual di pasar yang tidak stabil.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *