Budi Daya Lele Tidak Amis, Sehat dan Cepat Besar dari Gunungkidul

  • Whatsapp
budidaya lele tidak amis
Budidaya Lele Tidak Amis, Sehat, dan Cepat Besar dari Gunungkidul

Jogjakeren – Budi daya lele sudah sangat umum di masyarakat, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Namun, ada yang spesial mengenai pembudidayaan lele di Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Budi daya lele yang dilakukan dapat menghasilkan ikan lele yang tidak amis, sehat, dan cepat besar.

Kelompok Mina Rukun, adalah kelompok pembudidaya ikan yang memprakarsai budi daya lele tersebut. Aminto, yang merupakan ketua dari Mina Rukun asal Kapanewon Karangmojo berhasil menemukan formula “Ramuan Barokah” yang terbukti sangat mendukung budi daya lele.

Bacaan Lainnya

budidaya lele tidak amis
Aminto, pelaku budi daya lele tidak amis, sehat, dan cepat besar dari Gunungkidul

Mina Rukun, Kelompok Ikan Budi Daya Lele Tidak Amis

Mina Rukun merupakan kelompok ikan yang didirikan pada tahun 2008 di Padukuhan Gelaran 2, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Sejak tahun 2008, kelompok ikan ini kian berkembang hingga terus eksis sampai sekarang.

“Anggota tambah banyak, yang tadinya hanya 25 sekarang menjadi 54 orang. Dari 2008 sampai sekarang, sudah 13 tahun,” papar Aminto ketika ditemui Tim LINES (LDII News Network) Gunungkidul.

Prestasi Kelompok Ikan Mina Rukun

Kelompok ikan ini pun turut mencetak prestasi yang sangat membanggakan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga tingkat nasional. Mina Rukun juga telah menerima banyak kunjungan dari berbagai instansi serta mendapatkan berbagai fasilitas untuk mendukung pengembangan budi daya ikan.

“Pada tahun 2013, alhamdulillah Kelompok Mina Rukun sudah bisa mewakili Kabupaten Gunungkidul dalam event Lomba Budi Daya Tingkat Provinsi. Sistem Kelembagaan juara 2 tingkat Provinsi, untuk budi daya Lele Mina Rukun Juara 3,” terang Aminto.

Tidak hanya itu, Kelompok Mina Rukun binaan Aminto ini juga pernah menjuarai ajang perlombaan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan mendapatkan hadiah dari Susi Pudjiastuti, yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Bahkan kami mewakili kabupaten, pernah Juara 1 Inovasi Pakan Mandiri, sampai mendapat hadiah Tossa dari Bu Menteri, pada waktu itu Bu Susi Pudjiastuti,” sambung Aminto.

Budidaya Lele Tidak Amis, Sehat, dan Cepat Besar dari Gunungkidul
Mina Rukun juga Membudidayakan Ikan Nila di Sungai

Stimulan dari Pemerintah untuk Kelompok Ikan Mina Rukun

Bantuan dari berbagai pihak yang tertarik dengan budi daya ikan yang dilaksanakan oleh Mina Rukun pun juga telah banyak disalurkan. Mulai dari terpal, bibit ikan, kolam permanen, hingga alat pembuat pakan.

“Dari pemerintah ada bantuan stimulan berupa bibit sama pakan, kolam terpal, kolam permanen, bahkan bantuan pembuatan pakan mandiri,” papar Aminto sembari menunjukkan kolam budi dayanya.

Resep “Ramuan Barokah” ala Aminto

Keunggulan dari budi daya ikan di Mina Rukun adalah ikan yang dihasilkan tidak amis, sehat, serta dengan pertumbuhan yang cepat. Banyak konsumen dan mitra yang telah menjalin kerja sama untuk mendapatkan pasokan ikan dari Mina Rukun.

Ikan lele yang sehat, cepat besar, dan tidak amis tidak lepas dari resep Ramuan Barokah yang diracik oleh Aminto. Ramuan ini sangat aman karena menggunakan bahan dasar yang dapat dengan mudah ditemukan di lingkungan sekitar kita.

“Pengaruhnya (Ramuan Barokah) yang pertama untuk meningkatkan perkembangan biar badannya lele cepat gede. Yang kedua nanti nafsu makannya lebih banyak. Yang ketiga untuk menghilangkan jamur-jamur ataupun penyakit yang ada. Airnya aja tidak bau, apalagi ikannya,” terang Aminto menjelaskan Ramuan Barokah racikannya.

Dipaparkan oleh Aminto, bahan dasar yang digunakan untuk menghasilkan Ramuan Barokah ini adalah, jahe, temulawak, kunir putih, belimbing, gula jawa, tetes tebu, bekatul, serta susu murni. Bahan-bahan ini selanjutnya digiling dan direbus hingga mendidih. Setelah didinginkan, campuran bahan tersebut ditambahkan dengan susu murni.

Untuk pembuatan Ramuan Barokah sebanyak 20 liter, banyaknya bahan dasar yang digunakan masing-masing setengah kilogram. Adapun untuk susu murni, bisa menggunakan susu Bearbrand, 4 botol untuk 20 liter Ramuan Barokah.

Setelah semua bahan dicampurkan, ramuan dimasukkan ke dalam wadah tertutup untuk fermentasi. Fermentasi dilakukan selama 1 bulan, dengan pembukaan dan pengadukan harus dilakukan tiap minggunya.

Dengan Ramuan Barokah inilah, ikan-ikan yang dihasilkan oleh kelompok Mina Rukun memiliki keunggulan tidak amis dan memiliki pertumbuhan yang sehat dan cepat. Semoga bermanfaat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *