Bullying dapat Berefek Seumur Hidup bagi Korban Maupun Pelakunya

  • Whatsapp
efek bullying
Bullying Dapat Berefek Seumur Hidup bagi Korban Maupun Pelakunya (pexels.com)

JogjakerenBullying atau penindasan merupakan tindakan yang sangat berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik setiap orang yang terlibat. Baik bagi korban, maupun bagi pelaku, bullying dapat berefek seumur hidup mereka.

Beberapa waktu yang lalu, dunia digegerkan dengan kasus Kim Ji Soo, bintang River Where the Moon Rises. Dalam forum daring, Kim Ji Soo dikatakan pernah melakukan bullying terhadap anak-anak lain di masa sekolahnya dulu.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan infromasi yang disampaikan oleh National Geographic Indonesia, informasi terkait bullying tersebut ditulis oleh seseorang yang mengaku menjadi salah satu dari korban bullying Kim Ji Soo di masa sekolah. Ia mengatakan bahwa dirinya telah menjadi berbagai penindasan dari Kim Ji Soo dan teman-temannya.

efek bullying
Bullying dapat Berefek Seumur Hidup bagi Korban Maupun Pelakunya (pexels.com)

Bullying atau Penindasan, Sangat Berbahaya bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Tindakan bullying atau penindasan ini sangat rentan terjadi di kalangan anak-anak. Bagi sebagian besar masyarakat, tindakan bullying dianggap sebagai hal yang sepele, tanpa memahami efek buruk yang sangat mungkin dihadapi oleh sang anak.

Padahal, efek dari bullying akan dirasakan oleh anak, bahkan hingga ia dewasa. Menurut hasil penelitian Duke University yang ditulis di National Geographic Indonesia, orang dewasa yang pernah mengalami korban bullying memiliki kondisi kesehatan mental dan fisik yang lebih buruk daripada orang yang tidak pernah mengalami bullying.

Hasil Riset, Bullying Mempengaruhi Kesehatan Mental dan Fisik

Sejumlah riset menunjukkan bahwa orang-orang dewasa muda yang pernah mengalami penindasan rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Gangguan kecemasan, panik, bahkan hingga depresi, sangat rentan dialami oleh kelompok orang seperti ini.

Penelitian lain juga dilakukan untuk mengukur kadar protein CRP dari orang yang mengalami tindakan bullying. CRP sendiri merupakan protein yang menunjukkan stress dan dapat dikaitkan dengan gangguan kesehatan kardiovaskuler dan juga sindrom metabolik.

Hasil riset menunjukkan bahwa orang yang pernah mengalami bullying memiliki kadar CRP yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang lain yang tidak pernah memiliki riwayat bullying. Peningkatan kadar CRP seiring bertambahnya usia juga dapat dilihat dalam riset ini.

Orang yang memiliki riwayat bullying memiliki peningkatan kadar CRP yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat bullying. Hal ini menunjukkan bahwa bullying sangat mempengaruhi kesehatan mental dan juga fisik dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Bahaya Bagi Pelaku Bullying

Dijelaskan dalam artikel National Geographic Indonesia, sejumlah penelitian jangka panjang maupun jangka pendek terkait bullying menunjukkan bahwa pelaku bullying juga dapat mengalami berbagai permasalahan. Anak-anak yang terlibat dalam penindasan cenderung membuat masalah-masalah lain.

Pelaku bullying juga cenderung menjadi anggota suatu geng, membawa senjata berbahaya, dan membolos dari berbagai kegiatan. Apabila tidak diatasi sejak dini, maka hal ini tentu akan sangat berbahaya bagi anak.

Maka dari itu, pendidikan sejak dini terkait dengan bersosialisasi harus diberikan kepada anak. Pendidikan karakter, sopan santun, toleransi, dan saling mengasihi harus diajarkan kepada sang anak sedini mungkin. Pengawasan pun harus selalu diberikan kepada sang anak, agar anak terhindar dari tindakan bullying, baik sebagai korban maupun pelaku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *