Cegah Radikalisme: Ma’ruf Amin Gelar Silaturahmi

  • Whatsapp

jogjakeren.com – Cegah radikalisme Wakil Presiden (wapres) RI KH, Ma’ruf Amin menggelar Silaturahmi dengan Pemda DIY, Pemda Kab/Kota dan FKUB DIY serta FKUB Kab/Kota. Silaturahmi berlangsung di Gedung Agung, Jumat (25/01). Dihadapan para peserta, wapres menyampaikan bahwa Indonesia menjadi model bagi dunia dalam menjaga kedamaian, solidaritas dan demokrasi.

Ketidakdamaian disebabkan karena tidak ada dialog, ada dialog tetapi tidak ada kesepakatan bersama dan ada kesepakatan tetapi dicederai atau dibatalkan. Oleh karena itu dialog dan kesepakatan perlu dijaga agar mendapatkan titik temu/kalimatun sawa. Salah satunya adalah menjaga Kesepakatan Nasional (al mitsaq al wathan) yakni NKRI, Pancasila dan UUD ’45, agar tidak terjadi konflik dan kekerasan.

Bacaan Lainnya

Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB)

FKUB bertugas untuk menjaga kerukunan agama, dimana kerukunan agama menjadi kunci bagi terwujudnya kerukunan Nasional. Tantangan saat ini adalah munculnya kelompok-kelompok intoleran di Indonesia dan secara global. Oleh karena itu tidak boleh memberi kesempatan pada kelompok intoleran karena ia akan melahirkan radikalisme dan ujung-ujungnya memunculkan terorisme.

Radikalisme mengutamakan kepentingan kelompok (ananiyah) dan fanatik kelompok (ashobiyah) sehingga melahirkan kelompok Takfiri (yang suka mengkafir-kafirkan kelompok lain). Oleh karena itu, pemerintah sangat perlu menangkal radikalisme. “Pemerintah sudah melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga-lembaga negara untuk sama-sama menangkalnya dengan kontra radikalisme yaitu dengan mengimunisasi masyarakat agar tidak terprovokasi dan De-radikalisasi,” papar wapres.

Radikalisme perlu ditangani dari hulu sampai hilir, salah satu yang paling penting adalah melalui pendidikan dari level PAUD sampai Perguruan Tinggi dengan melakukan “moderasi beragama” atau Islam washathiyah atau rahmatan lil’alamiin. Untuk itu perlu memperkuat “4 Bingkai” yaitu bingkai Politis terdiri dari 4 Pillar/Konsensus Nasional, bingkai Yuridis yaitu penegakan hukum dan memperkuat regulasi yang menjamin perwujudan 4 pilar. Bingkai Sosiologis yang berarti merawat dan mengembangkan local wisdom dan bingkai Teologis yaitu membangun “teologi kerukunan”, bukan “teologi konflik” yang akan merusak masyarakat.

Yogyakarta menjadi model bagi daerah-daerah lain di Indonesia

Apabila Yogyakarta terganggu, maka akan merembet ke daerah-daerah lain. “Kalau terjadi konflik kekerasan di Yogyakarta, maka kemungkinan akan terjadi konflik yang lebih besar di daerah-daerah lain,” ucapnya. Oleh karena itu Wakil Presiden memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah DIY yang sudah menjadi contoh bagi daerah lain. Membangun Indonesia yang maju dan unggul diperlukan syarat adanya kondisi sosial masyarakat yang kondusif, termasuk kerukun antar umat beragama. Lima prioritas pemerintah adalah SDM unggul, penyederhanaan regulasi, reformasi birokrasi, melanjutkan pembangunan infra struktur dan reformasi ekonomi.

Syarat utama terwujudnya kelima hal tersebut adalah suasana kondusif, salah satunya terciptanya kerukunan nasional dimana kerukunan umat beragama menjadi kuncinya,” tutup wapres.

Wiwin Siti Aminah R, Anggota FKUB DIY

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *