Jogjakeren.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar pelantikan insinyur program studi Program Profesi Insinyur (PPI) periode II tahun 2022 di Grha Sabha Pramana, Selasa (10/1/2023). Turut dilantik Dosen Fakultas Kehutanan UGM yang kini resmi menyandang gelar insinyur yakni Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D.
Program studi PPI Kehutanan Fakultas Kehutanan UGM saat ini melantik insinyur angkatan kedua. Adapun angkatan pertama telah dilantik pada Juli 2022 lalu.
Kurikulum program studi PPI Kehutanan terbagi menjadi dua program yaitu program reguler dan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). “Program reguler dengan lama studi 2 semester dalam satu tahun sedangkan RPL hanya 1 semester,” ujar Atus yang mengambil program RPL.
Pada mata kuliah Praktik Keinsinyuran, Atus mengaku telah mengerjakan pada berbagai tipe-tipe hutan. Mulai dari vegetasi pesisir pantai hingga hutan pegunungan, baik di Indonesia maupun di mancanegara, termasuk tipe hutan sub tropika di Jepang, Korea, Belanda, dan Turki, serta gurun pasir di Timur Tengah.
“Ada satu keunggulan di antaranya yang perlu saya presentasikan dan pertanggungjawabkan di hadapan dewan penguji, yakni perancangan dan perwujudan upaya pelestarian ekosistem hutan pegunungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lereng utara Gunung Lawu,” kata lulusan S3 Universitas Ehime, Jepang ini.

Melestarikan hutan Gunung Lawu, menurut Atus tidak hanya urusan mengidentifikasi kekayaan flora/fauna, mengonservasi yang tersisa dan tekun menanaminya, namun yang tak kalah penting adalah menyejahterakan masyarakat yang sehari-hari mengepung hutan.
Pernah menjadi Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM di Desa Brubuh dan Desa Jaten, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Atus bersama mahasiswa KKN mewujudkan Desa Wisata Hijau Girikerto (DewiGiri) dan merintis Desa Wisata Agro Jogorogo bersama-sama Bappeda dan OPD-OPD Pemda Ngawi, serta berbagai mitra, seperti PT Candi Loka Jamus, Senkom Rescue, NGO lokal, dan LDII.
“Kini, alhamdulillaah, hasilnya mulai nampak. Sumberan Sumberkoso yang dulu sungup dan serem, kini semakin ramai, masyarakat bisa berjualan, menyewakan permainan anak, mengelola parkir, murid dan guru bisa belajar di alam terbuka, masyarakat bermain, healing sembari menambah rupiah,” pungkasnya.

Kebahagiaan Atus pun turut dirasakan ayahanda Drs. Ahmad Syahardi, Plt. Ketua MUI Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Dalam kondisi sakit ia menyempatkan untuk menghadiri pelantikan putranya. “Beliau sedang sakit. Saya minta datang satu jam saja untuk sesi foto,” ungkap Atus.





