FORSGI Sleman U-12, Persiapan dan Evaluasi Menuju Tingkat Provinsi

FORSGI
Pemain sepakbola usia 12 tahun dari 9 kapanewon mengikuti festival yang diselenggarakan FORSGI Kabupaten Sleman di Lapangan TGP, Seyegan, Minggu (12/6/2022).

Jogjakeren.com – Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Sleman menggelar festival sepak bola se-Kabupaten Sleman U-12 di lapangan sepak bola TGP, Seyegan, Minggu (12/6/2022). Kegiatan ini diikuti sepuluh tim dari sepuluh kecamatan se-Kabupaten Sleman yang dibatasi hingga usia 12 tahun. Tujuan diselenggarakannya festival sepak bola se-Kabupaten Sleman sebagai persiapan menuju kompetisi tingkat provinsi.

“Tim yang tidak juara harus tetap semangat berlatih agar bisa juara di tahun depan. Begitupun dengan tim juara tetap berlatih dan jangan jemawa (sombong),” pesan Ketua FORSGI Sleman, Ahmad Subur, A.Md.

Read More

Subur menegaskan tim-tim yang terpilih akan disentralkan ke training center dan dibina untuk menghadapi festival tingkat provinsi. Dalam evaluasinya, Subur mengutarakan bahwa masih terdapat kendala dalam kegiatan FORSGI terkait pendanaan dan usia pemain yang melebihi batas ketentuan.

Pertandingan ini dimenangkan oleh FORSGI Kecamatan Ngemplak sebagai juara I, FORSGI Kecamatan Depok sebagai juara II, serta FORSGI Kecamatan Berbah dan FORSGI Kecamatan Godean sebagai juara III. Sebagai persiapan laga selanjutnya, para pelatih menyeleksi beberapa pemain yang ikut serta dalam festival sepak bola. Pengadaan seleksi ini sebagai persiapan awal menghadapi laga di tingkat provinsi yang akan dipersiapkan oleh para pelatih.

“Kami dari FORSGI kabupaten telah menyeleksi para pemain yang berada di kecamatan-kecamatan. Kemudian, kami akan melaksanakan pemusatan latihan sekitar dua sampai tiga minggu di Stadion Nglempong Sari,” kata Luhur Ashari, Ketua Pembinaan Prestasi.

Adanya FORSGI ini menjadi awal terselenggaranya festival sepak bola untuk anak-anak. Dengan kondisi ini, Luhur yang ikut melatih tim FORSGI Kecamatan Depok mengevaluasi bahwa anak-anak masih butuh pengalaman bertanding.

“Dibentuknya FORSGI menjadi wadah bagi kami untuk mendapatkan pengalaman. Anak-anak butuh pengalaman untuk bertanding dan mereka masih kurang pengalaman,” kata Luhur.

Senada dengan itu, Eka Candra, pelatih FORSGI Kecamatan Ngemplak menyampaikan bahwa anak bisa ditanamkan karakter 6 thobiat luhur melalui FORSGI. “Para pemain diharapkan harus menjaga stamina fisik serta kekeluargaan antar pemain,” kata Candra.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.