Ibu Wajib Pahami Parental Burnout yang Rentan kala Pandemi

  • Whatsapp
parental burnout
Ibu wajib hindari Parental Burnout yang rentan kala pandemi (Foto: pexels.com)

Jogjakeren.comPandemi Covid-19 memang telah membuat banyak perubahan pada berbagai hal, termasuk dalam hal parenting. Di masa pandemi seperti saat ini, para ibu harus lebih berhati-hati dan memahami suatu masalah dalam parenting, yakni parental burnout.

Masalah yang satu ini lebih mengarah kepada sang ibu. Namun, bukan berarti tidak berdampak pada anak dan keluarga. Apabila seorang ibu mengalami burnout, ibu tersebut tentu tidak akan bisa mengelola pekerjaan, bahkan dalam merawat keluarga.

Bacaan Lainnya

Memahami Definisi Burnout pada Ibu

parental burnout
Ibu wajib hindari Parental Burnout yang rentan kala pandemi (Foto: pexels.com)

Dalam definisinya, dilansir dari Aldodokter, parental burnout dapat diartikan sebagai kumpulan keluhan dari orang tua yang diakibatkan oleh adanya stres yang terus-menerus, serta dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan fisik, emosi, hingga mental seseorang.

Dari hal tersebut dapat kita lihat bahwa orang yang berisiko mengalami masalah ini adalah seorang ibu. Terlebih lagi jika ibu tersebut adalah wanita karir yang mana selain memiliki kewajiban mengatur rumah tangga juga memiliki mata pencaharian khusus.

Kondisi masalah dalam parenting ini, apabila dibiarkan dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat mengakibatkan depresi.

Gejala dan Penyebab Parental Burnout

Beberapa hal yang dapat menjadi gelaja yang menunjukkan seorang ibu mengalami parental burnout di antaranya emosi yang tidak terkontrol dan merasa benci pada anak. Ibu kerap melampiaskan emosi pada anggota keluarga dan merasa tak pantas menjadi seorang ibu.

Tak hanya itu, gejala juga dapat ditunjukkan dengan munculnya perasaan bahwa ia tak lagi dihargai sebagai ibu, serta berusaha melarikan diri dari anak dan anggota keluarga yang lain.

Penyebab dari gangguan ini cukup bervariasi, mulai dari rasa ragu pada diri sendiri, tuntutan lingkungan yang seakan bertubi-tubi, pandangan masyarakat, serta mindset standar orang tua yang berlebihan.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, pandemi saat ini masih melanda Indonesia. Dengan kondisi pandemi seperti saat ini, banyak sekali permasalahan yang dapat terjadi dan semakin menjadi apabila tidak segera diatasi.

Cara Mengatasi Parental Burnout pada Ibu

Maka dari itu, bagi orang tua, khususnya ibu, harus bisa selalu menjaga diri agar tetap sehat baik jasmani maupun rohani. Berikut ini sejumlah cara yang bisa dilakukan oleh seorang ibu agar terhindar dari gangguan parenting ini:

Meluangkan Waktu Istirahat

Ibu harus bisa mencari dan meluangkan sebagian waktu untuk beristirahat. Melalui waktu istirahat ini, ibu bisa bersantai, mengelola stres, mengevaluasi keseharian, serta mengatur segala kesibukan yang akan dihadapi.

Sembari bersantai, ibu bisa mengajak sang buah hati untuk melakukan hobi atau refreshing. Dengan demikian, beban yang dirasakan oleh ibu akan perlahan mereda.

Sharing dengan Suami

Beban pikiran akan mudah cair ketika disampaikan kepada orang lain. Dalam hal ini, ibu bisa menjadikan pasangan sebagai partner untuk sharing. Berbagai beban pikiran dapat ibu curahkan kepada sang suami.

Saling bertukar pendapat, saling mendengarkan, dan saling memberikan motivasi akan menumbuhkan kepercayaan diri serta meringankan beban pikiran. Sharing juga bisa dilakukan dengan orang lain yang telah dipercaya, seperti orang tua, kerabat, atau sahabat.

Berpikiran Positif, Optimis, dan Bersyukur

Optimis dan berpikiran positif sangatlah dibutuhkan oleh setiap orang untuk menjalani kehidupan dengan bahagia. Untuk mencegah masalah parenting ini, ibu harus bisa selalu berpikir positif dan optimis dengan segala hal yang akan dihadapi.

Syukur atas segala sesuatu yang telah dicapai atau diraih juga sangat penting bagi setiap orang. Dengan selalu merasa bersyukur, segala sesuatu yang kita dapatkan akan terasa berarti.

Seorang ibu memegang peranan yang sangat penting bagi suatu keluarga. Banyak sekali tanggungjawab yang diemban oleh seorang ibu. Namun, bersama dengan pasangan dan buah hati, semua pasti akan dapat dilalui. Bagi para ibu, selalu semangat, optimis, dan bersyukur, sehingga parental burnout akan mudah kita hindari meskipun di tengah pandemi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *