Idul Adha: Semangat Berbagi dan Wujud Nyata Solidaritas Islami

Idul Adha
Kunjungan Wartawan LDII di Kediaman Kepala BLHK, Kusno Wibowo, S.T., M.Si. (kiri)

Sleman, Jogjakeren.com – Idul Adha, salah satu momen penting dalam kalender Islam, tidak hanya merupakan perayaan keagamaan tetapi juga sebuah kesempatan untuk mengekspresikan nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial. Seiring dengan semangat kebersamaan, sebagian besar umat Muslim mengamati perbedaan dalam pendekatan mereka dengan pemerintah dalam pelaksanaan ibadah ini.

“Tahun kemarin ada perbedaan yang cukup terasa,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Kusno Wibowo, S.T., M.Si., menyoroti peran aktif umat Muslim dalam Idul Adha kali ini. “Kalau bareng-bareng ya lebih gayeng, lebih semarak, syiarnya juga lebih dapat,” tambahnya dengan senyum mengingat momen kebersamaan dalam pelaksanaan idul adha tahun ini.

Puasa Arafah yang dilaksanakan sehari sebelum idul adha menjadi momen refleksi bagi banyak orang. “Puasa kita kemarin semoga diterima oleh Allah SWT, tetap selalu dalam lindungannya dan sukses selalu buat kita bersama,” ucap Kusno dengan penuh doa dan harapan.

Bacaan Lainnya

Namun, dalam konteks perbedaan pendekatan antara masyarakat dan pemerintah, terdapat dinamika yang menarik untuk diamati. Meskipun ada upaya koordinasi, implementasi program seringkali menunjukkan ketidaktepatan dan keterbatasan. “Peran pemerintah dalam mengatur dan mengawasi distribusi kurban kadang-kadang tidak sesuai dengan harapan,” ungkap Kusno.

Lebih lanjut, Kusno menambahkan dari sisi masyarakat yang bersikap proaktif dalam pelaksanaan kurban. “Kami di sini berupaya untuk memastikan setiap hewan kurban sampai kepada yang berhak menerimanya,” jelas Kusno. “Kami berkoordinasi dengan baik untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Perbedaan ini tidak hanya menyoroti tantangan administratif, tetapi juga menunjukkan semangat kemanusiaan yang kuat di kalangan umat Muslim. “Kami berkomitmen untuk menjalankan ibadah kurban dengan penuh rasa tanggung jawab dan kepedulian,” ujarnya kemudian.

Dengan demikian, Idul Adha tidak hanya sebagai hari raya semata, tetapi juga sebagai wujud nyata dari solidaritas dan kebersamaan umat Muslim dalam berbagi rezeki. Meskipun perbedaan pendekatan dengan pemerintah tetap ada, semangat untuk berbuat kebaikan dan menolong sesama tetap menjadi inti dari perayaan ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *