Jalan Hidup Manusia

Jalan Hidup Manusia
Ilustrasi (Foto: islampos.com)

Jogjakeren.com – Penderitaan dan keadaan setiap orang berbeda-beda, dan itu dialami oleh masing-masing orang. Bijaklah untuk menyimpannya dan lebih bijaklah dalam mengatasinya.

Mungkin kita membutuhkan sosok sebagai panutan untuk mendengarkan keluh kesah kita, atau untuk menjadi kamus bagi kita sehingga ada solusi yang datang darinya. Tapi pilihlah sosok yang benar-benar kita anggap mampu dan mumpuni dalam hal ini, sehingga kita bukan mengumbar aib kita sendiri ke banyak orang (baik ketemu langsung atau lewat sosmed) agar orang-orang mau mengerti dan bersimpati bahwa kita sedang menderita.

Jikalau pun akan datang beragam simpati dari banyak manusia (lewat kolom komentar atau secara langsung) apalah artinya untuk kita, kita merasa lega karena minimal kita bisa berbagi rasa pada mereka semua?

Meskipun itu mungkin mengurangi beban kita, apakah kita pernah berpikir apakah Allah ridho dengan tingkah kita tersebut? Allah saja selalu menutup banyak aib kita di hadapan para mahluk, tetapi kenapa kita sendiri yang mengumbarnya?

Hati-hatilah ketika kita secara tidak langsung lebih mengagungkan manusia daripada Sang Pencipta. Lebih menganggap manusia lebih bisa mengatasi masalah kita daripada Allah?

Bukankah Allah telah memberi banyak jalan mengatasi berbagai tantangan hidup, dengan sabar, dengan sholat, dengan menjadikan Al Quran sebagai teman, dengan istighfar, dengan dzikir, dengan sholat malam, dengan bermunajat, dan lain-lain.

Kita sudah sampai tahap mana mendekat pada-Nya?

Jika jiwa kita sedang merasa diuji, coba kita lihat kisah para Nabi dan Rasul.

Siapa yang lebih menderita mengalami sakit parah kisaran 18 tahun selama hidupnya, hanya hati dan lisan yang masih utuh karena semua anggota tubuhnya dihinggapi oleh belatung?

Tapi beliau masih bisa mengatakan nikmat yang aku dapat masih lebih banyak daripada sakitku ini. Syukur dan sabar yang luar biasa. Akhirnya semua nikmat dikembalikan Allah dua kali lipat padanya.

Adakah manusia sekarang yang mengalami hal lebih parah dari Nabi Ayyub?

Siapa yang lebih tersiksa daripada anak kecil yang dimasukkan dalam sumur, lalu dijual jadi budak dan difitnah lantas dimasukkan dalam penjara selama 12 tahun tanpa kesalahan apapun?

Tapi beliau masih bisa memberikan maaf pada orang-orang yang telah sangat parah menyakitinya. Nabi Yusuf karena kemuliaan hatinya akhirnya bisa menjadi manusia yang mulia dunia akhirat.

Adakah yang mengalami sakitnya dihina hatinya, fisiknya, bahkan diperangi selama bertahun-tahun, diusir dari tempat tinggalnya, berjuang melawan kemungkaran dengan lawan yang tidak seimbang.

Rasulullah dengan sabar menjalani qodarNya, dan Allah selalu menurunkan pertolongan pada saat yang tepat, saat ikhtiar dan doa telah maksimal dilakukan.

Adakah yang memiliki kesalahan fatal seperti Nabi Adam sehingga kafarohnya diturunkan ke dunia dan dipisahkan dengan istrinya selama 40 tahun? Dengan kesabaran luar biasa mereka menjadi cikal bakalnya manusia di bumi.

Adakah yang mengajak menetapi kebenaran pada keluarganya sampai dia dihadapkan dengan raja kejam dan disiksa dengan dibakar api dan disaksikan seluruh rakyat babilon saat itu? Adakah manusia selain Nabi Ibrahim mengalami hal serupa??

Adakah manusia yang dikejar-kejar kaumnya akan dibunuh, akhirnya bersembunyi di dalam gua? Adakah yang lebih menyedihkan keadaannya serupa Nabi Isa?

Adakah Nabi yang bersembunyi dalam pohon lari dari kejaran orang kafir dan akhirnya pohon itu dibelah jadi dua beserta tubuh Nabi Zakaria?

Dan banyak sekali kisah para Nabi sebagai penyemangat hidup kita, bahwa semengenaskan apapun keadaan kita saat ini, belum ada apa-apanya daripada kisah para pendahulu kita.

Jadi sikapi dengan tepat agar pertolongan Allah juga semakin dekat. Ingat Allah memberi ujian sesuai kadar kemampuan hamba tersebut mengatasinya. Yuk lulus ujian agar tidak ada remidi terus menerus.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *