Jogjakeren – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gunungkidul mengikuti webinar yang diselenggarakan Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah (PAD) DPP LDII, berjudul ‘Peran Agama Dalam Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi’, Sabtu (27/2/2021). Jajaran pengurus harian DPD LDII Kabupaten Gunungkidul mengikuti secara daring di Komplek Masjid Al-Husna Kota Wonosari. Hadir Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul H. Nurasid, S.H. beserta jajaran pengurus di lingkup DPD Kabupaten Gunungkidul.
H. Nurasid, S.H., saat ditemui media disela-sela mengikuti webinar menyatakan, “Sangat mendukung program kerja dari DPP apalagi kegiatan-kegiatan webinar seperti saat ini sangat membuka wawasan bagi kami DPD untuk selalu berperan serta membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang religius. Dengan demikian program DPD juga akan disinkronkan dengan Program DPP,” terangnya.

Sementara itu, webinar dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP LDII Ir. H. Chriswanto Santoso yang diikuti secara daring oleh jajaran kepengurusan LDII se-Indonesia. Dalam sambutanya, Chriswanto menekankan bawasannya webinar kali ini diangkat dalam rangka kegiatan Pra Munas IX menuju Munas yang akan dilaksanakan pada bulan April mendatang.
Chriswanto mengatakan, pembangunan SDM berasal dari elemen paling kecil yaitu lingkup keluarga. Termasuk mempersiapkan karakter unggul, pada saat Indonesia menikmati bonus demografi yang disebut-sebut pemerintah sebagai Indonesia Emas 2045.
“Tanpa adanya penguatan di dalam ketahanan keluarga, pendidikan SDM untuk pembangunan tidak akan begitu saja muncul menjadi bagus. Semua itu harus terencana, harus kita bangun dari unsur yang paling kecil yaitu keluarga. Tanpa ada peran penting di dalam keluarga, pengembangan SDM sulit mencapai apa yang kita harapkan,” jelasnya.
Perlu Pemahaman Pembinaan Terhadap Keluarga
“Kita menyadari bahwa akhir-akhir ini di lingkungan masyarakat apalagi di masa pandemi Covid-19 begitu banyak kasus-kasus sosial yang muncul di masyarakat. Misalnya kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan terhadap anak di dalam keluarga. Bahkan tanpa disadari terjadi pada lingkungan keluarga sendiri,” urai Chriswanto.
Jika dilihat lagi, kasus-kasus sosial kriminal yang terjadi rata-rata datang dari rumah tangga yang kurang terbina sehingga kurang mempunyai pemahaman yang baik dalam menghadapi masalah yang muncul.
“Untuk permasalahan-permasalan sosial, permasalahan ekonomi dan permasalahan segala macam yang ada di Indonesia ini bukan merupakan tugas pemerintah semata. Kita sebagai bagian dari pada komponen bangsa mempunyai kewajiban untuk ikut membantu menyelesaikan permasalahan bangsa Indonesia,” pungkasnya.





