Sleman, jogjakeren.com – Menjelang rangkaian kegiatan Rakernas LDII 2023, Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Kemah Santri 2023 di Pondok Pesantren Nur Azizah Godean Sleman pada Sabtu-Minggu 21-22 Oktober 2023. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam tersebut dihadiri oleh 250 santri pondok pesantren di bawah naungan LDII DIY. Nilai-nilai Pendidikan Khas Kejogjakartaan (PKJ) ditanamkan kepada para santri agar menjadi generasi yang Profesional Religius.
Hadir dalam kegiatan tersebut Suraji Widarta, S.Pd. selaku Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda) DIY Bidang Binawasa. Ia memuji langkah Sako SPN DIY yang menggelar kegiatan dalam rangka menyambut Hari Santri 2023. Menurut Suraji, keberagaman gerakan santri sangat penting untuk mendukung ibadah ukhuwah Islamiyah khususnya dalam gerakan pramuka.
“Kami dari Kwarda DIY, merupakan suatu kehormatan untuk membuka kegiatan Kemah Santri di tahun 2023 Sako Pramuka Sekawan Persada Nusantara. Pertama kali kami datang tadi sungguh luar biasa. Keberagaman bukan merupakan hal yang tidak baik, melainkan bisa menjadi satu kekuatan tersendiri. Akan bermanfaat saat menjalankan ibadah ukhuwah Islamiyah nantinya pada gerakan pramuka khususnya bagi adik-adik santri yang sangat luar biasa ini,” ucap Kak Suraji.
Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Sako SPN DIY Sarjita, S.M., LMT. mengaku bahwa PKJ ditanamkan untuk memberi warna pada karakter Pramuka Sako SPN DIY. Selayaknya Pramuka Istimewa, gagasan Kwarda DIY juga diharapkan memiliki karater berbudaya Yogyakarta dan nilai-nilai keistimewaan serta nilai kearifan Yogyakarta di dalam diri masing-masing.

“Jadi pentingnya PKJ itu agar memberi warna. Dalam PKJ ternyata, setelah kami belajar semalam, itu mirip dengan karakter kita (pramuka), semuanya hampir sama. Termasuk ngapurancang seperti ini, terus (menggunakan) jempol (saat menunjuk sesuatu), itu ada di PKJ, juga lainnya. Kami sinkronkan karakter PKJ ini dengan nilai-nilai yang ada dalam Pendidikan Kepramukaan di Sako SPN DIY agar siap menjadi Pramuka Istimewa,” papar Sarjita.
Lebih lanjut, Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY, H. Sugiyarta, S.H., M.M. menerangkan pentingnya penanaman nilai-nilai Khas Kejogjakartaan kepada para santri dalam kegiatan Kemah Santri tersebut. Sugiyarta, yang juga menjadi pemateri PKJ, menyebutkan adanya kecocokan nilai-nilai yang ada dalam tata nilai Khas Kejogjakartaan dengan 29 karakter luhur yang didengungkan oleh DPP LDII.
“Sangat penting [penanaman pendidikan karakter bagi santri-Red], karena DPP LDII itu kan terkait bidang pendidikan karakter sudah mencanangkan, bagaimana karakter-karakter yang terkait dengan pembinaan generasi penerus itu oleh daerah-daerah bisa disiapkan lebih dini. Nah ini kan kami sangat berharap,” kata Sugiyarta.
“Alhamdulillah kami (LDII) di DIY ini insyaallah akan menelurkan output dari pengembangan sumber daya manusia di Jogja, pribadi dan generasi muda yang unggul. Maka kalau kaitannya dengan visi LDII, yaitu menciptakan generasi yang Profesional Religius, nah itu (nilai Kejogjakartaan) kena di situ,” jelas Sugiyarta bersemangat. ”Ini juga menjadi perhatian utama Ketua (DPW LDII DIY) kami, Pak Atus,” imbuhnya.
Terpisah, dijelaskan oleh Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. bahwa LDII DIY saat ini fokus pada 3 (tiga) dari 8 Bidang Pengabdian LDII untuk bangsa dengan menilik peluang besar di DIY. “Ekonomi syariah, lingkungan hidup, dan pendidikan, adalah 3 hal yang kami prioritaskan saat ini. Apalagi pendidikan, Jogja kan kota pelajar dan budaya, khususnya lagi pendidikan karakter ini kami garap tenanan,” tutur Atus.





