KKN-PPM UGM Bantu Kembangkan Kerajinan Bambu Desa Jaten Ngawi

KKN-PPM UGM 2020 yang diselenggarakan secara dalam jaringan (daring) semasa pandemi COVID-19 memunculkan beragam program KKN dan kreativitas mahasiswa. Salah satu program yang diangkat oleh KKN-PPM Unit Jogorogo Ngawi berupa seminar daring bertajuk “Pemasaran Hasil Anyaman Bambu Wanita Jaten” bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Ngawi, 4 Agustus 2020. Acara dibuka oleh Drs. Didik Dwi Utomo selaku Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya Didik menyinggung dominasi hasil bumi dan hasil kerajinan yang menjadi ikon Ngawi dari daerah pegunungan pada sekitar 1970-an. Kemudian mengendur akibat hadirnya plastik di pasaran. Selain harganya relatif murah, bentuk plastik lebih beragam.

Bambu unggulan Jaten Kec Jogorogo Ngawi mulai era 1970an
Produk hasil pelatihan bambu di Desa Brubuh Kecamatan Jogorogo Ngawi

“Pada tahun 1970-an daerah gunung di Ngawi, ikonnya ada dua, hasil bumi dan hasil kerajinan. Dominannya kerajinan bambu dan Desa Jaten menjadi salah satu penghasilnya,” ungkap Didik.

Read More

Namun demikian Didik tetap optimis, bambu dapat berdaya dan berjaya kembali. Harapan ini masih ada mengingat keunggulan produk kerajinan bambu. Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Usaha Mikro, Inti Kurniawati, S.Si., M.A.P. menjelaskan mengenai struktur Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.

Seminar daring yang dikoordinir oleh Zulfa Parulian Alzuhdy dibantu empat koordinator mahasiswa sub unit (kormasit) Erric Maulana Ibrahim, Haryo Bayu Wibisono, Hilal Noor Ubaidillah, dan Abdurrohman Sabili Rosyad diikuti 70 peserta melalui platform google meet.

Acara inti berupa penyampaian materi pemasaran oleh Anita Denni Argsningrum S.E., M.Si. Beragam informasi diurai oleh Kepala Seksi Promosi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro ini, termasuk pengurusan perijinan P-IRT serta promosi produk melalui asosiasi makanan minuman dan asosiasi handycraft. Peserta nampak antusias menyimak hingga 1 jam 45 menit, baik peserta daring maupun luar jaringan (luring) yang hadir di Balai Desa Jaten.

Sesi tanya jawab dipimpin oleh Anggi Fitriani selaku moderator sekaligus konseptor acara. Diskusi berkembang pada langkah pemasaran UMKM, kendala harga yang masih terlalu rendah, kebutuhan akan bantuan peralatan anyaman bambu, dll.

Sambutan hangat dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta acara disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. Dosen yang menyukai flora hutan pegunungan ini meminta permakluman atas ketidakhadiran 25 mahasiswa KKN di Ngawi. “Pelaksanaan KKN periode kali ini melalui komunikasi secara virtual (daring) dalam rangka melindungi kesehatan dan keselamatan mahasiswa serta masyarakat. Sungguh kami semua ingin hadir di tengah-tengah masyarakat, namun pimpinan UGM belum memberikan ijin,” jelas Atus.

Selanjutnya pada Sabtu (8/8),  KKN-PPM UGM Unit Jogorogo akan mengadakan seminar daring bertajuk  “Strategi Promosi Berbasis Teknologi Digital Desa Wisata Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”.
Dihadirkan dua narasumber dari Desa Wisata Institute dan pengelola desa wisata Ngargoretno yang sukses mempertahankan eksistensi desa selama masa pandemi. Informasi selengkapnya dipublikasikan melalui IG @kkn.jogorogo.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *