Tagana Gandeng Pramuka Regenerasi Kader Kampung Siaga Bencana di Dlingo

Kampung Siaga Bencana
Dinsos DIY mendorong regenerasi Kampung Siaga Bencana (KSB) dengan melibatkan generasi muda melalui program Tagana Masuk Komunitas (TMK).

Bantul, Jogjakeren.com – Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong regenerasi Kampung Siaga Bencana (KSB) dengan melibatkan generasi muda melalui program Tagana Masuk Komunitas (TMK). Kegiatan kaderisasi KSB melalui keanggotaan Pramuka tersebut digelar di Pendopo Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Minggu (23/8/2026).

Sebanyak 40 siswa anggota Pramuka dari SMAN 1 Dlingo, SMKN 1 Dlingo, dan SMA Pembangunan Dlingo mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai KSB, kesiapsiagaan bencana, Psychological First Aid (PFA), hingga praktik tugas dalam sejumlah divisi KSB.

Kepala Dinas Sosial DIY yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan Sosial, Sigit Alifianto, mengatakan kaderisasi menjadi kebutuhan penting agar keberlanjutan organisasi dan komunitas tetap terjaga. Menurutnya, tantangan zaman dan keterbatasan dukungan anggaran membutuhkan kreativitas serta kolaborasi agar proses regenerasi tetap berjalan.

Read More
Kampung Siaga Bencana
Kegiatan diikuti 40 siswa anggota Pramuka dari SMAN 1 Dlingo, SMKN 1 Dlingo, dan SMA Pembangunan Dlingo.

“Kaderisasi menjadi kebutuhan penting bagi hampir seluruh organisasi. Karena itu, diperlukan cara dan pendekatan khusus agar proses regenerasi tetap dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Sigit.

Ia berharap para peserta tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan, tetapi mampu mengambil tanggung jawab sosial dengan terlibat dalam pengembangan KSB di wilayah masing-masing. KSB Jatimulyo dan KSB Muntuk juga diharapkan membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar dan terlibat langsung dalam kesiapsiagaan serta penanggulangan bencana.

Panewu Dlingo, Marji Hidayat, menyambut baik pelibatan anggota Pramuka dalam kaderisasi KSB. Menurutnya, wilayah Dlingo yang terdiri atas enam kalurahan memiliki potensi sumber daya manusia yang dapat diperkuat untuk menghadapi berbagai ancaman bencana.

“Dalam setiap kejadian, kecepatan penanganan sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia dan soliditas tim. Karena itu, generasi muda, khususnya anggota Pramuka, diharapkan segera bergabung, belajar, dan mengambil peran dalam kegiatan kebencanaan di wilayahnya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai sejarah, fungsi, dan tata kelola KSB dari FK Tim KSB DIY Sunyoto. Peserta juga mempelajari kepramukaan dan kesiapsiagaan bencana bersama KPH Notonegoro serta Psychological First Aid dalam layanan dukungan psikososial dari Agus Maksum.

Pembekalan kemudian dilanjutkan secara paralel berdasarkan divisi KSB, meliputi keposkoan, shelter, logistik, dan dapur umum. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pembagian tugas, koordinasi, komunikasi, hingga pemenuhan kebutuhan penyintas ketika terjadi bencana.

Kampung Siaga Bencana
Peserta diajarkan praktik dalam materi Kampung Siaga Bencana.

Ketua KSB Jatimulyo sekaligus FK Tim KSB DIY, Sunyoto, menyambut para peserta yang menyatakan kesiapan bergabung sebagai kader KSB. Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara peserta dengan pengurus KSB dapat terus dilanjutkan setelah kegiatan.

Ketua KSB Muntuk, Dlingo, Timotius Suyadi, mengapresiasi antusiasme 40 siswa yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Ia menilai kaderisasi melalui keanggotaan Pramuka dapat menjadi terobosan untuk memperkuat regenerasi KSB.

“Kegiatan kaderisasi melalui keanggotaan Pramuka ini diharapkan menjadi terobosan yang dapat dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain,” ujarnya.

Kegiatan yang turut dihadiri Lurah Jatimulyo Mukidi, Kwartir Ranting Dlingo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dinas Sosial Kabupaten Bantul, FK Tagana DIY, FK Tim KSB DIY, serta perwakilan KSB Jatimulyo dan KSB Muntuk itu ditutup dengan penguatan komitmen peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi Tagana, Pramuka, pemerintah kalurahan, sekolah, KSB, dan masyarakat, kaderisasi tersebut diharapkan dapat memperluas basis relawan kebencanaan sekaligus membangun budaya sadar dan tanggap bencana sejak kalangan generasi muda.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *