Sleman, Jogjakeren.com – PC LDII Turi melalui Program Penggerak Pembina Generus (PPG) Bidang Olahraga dan Kesenian bekerjasama dengan remaja LDII Kapanewon Turi menyelenggarakan Liga Futsal di Istora Futsal, Jalan Kaliurang km 15, Kopatan, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, pada Sabtu, 4 Mei dan Minggu, 5 Mei 2024.
Liga Futsal ini bertujuan untuk memfasilitasi minat dan bakat yang dimiliki para generasi penerus (generus). “Untuk menumbuhkan rasa sportivitas, solidaritas, saling percaya, serta meningkatkan keakraban antar generus LDII,” ujar Andika selaku Penanggung Jawab Liga Futsal 2024.
Kegiatan ini, selain sebagai implementasi kreativitas dan sportivitas bagi insan olahraga, Liga Futsal 2024 juga menjadi kegiatan pembuka serangkaian “Genius Fest 2024”. Genius Fest 2024 (Generasi Profesional dan Religius) ini dibuka dengan kegiatan Liga Futsal, dilanjutkan PERSINAS ASAD, Camping, hingga puncak seremonial pada Minggu, 26 Mei 2024 mendatang.
Liga Futsal 2024 diikuti sebanyak 9 tim futsal, yaitu tim Soprayan, Glagahombo, Ponosaran, Garongan, Cepit, Pojok, Dadapan, Sangurejo 1, dan Sangurejo 2. Pertandingan berlangsung selama dua hari dan sangat suportif. Terlihat juga antusias dari supporter masing-masing tim yang datang langsung untuk memberikan dukungan.
Hingga pada akhirnya, Piala Liga Futsal 2024 jatuh kepada tim futsal Garongan sebagai juara 1, tim Soprayan juara 2, dan tim Sangurejo 1 mendapat juara 3. Adapun penghargaan individu, yaitu pencetak top score dengan total 9 gol didapatkan oleh Fauzan dari tim Soprayan, dan Malik sebagai best player Liga Futsal 2024.
Rifki Rivaldo, salah satu pemain dari tim Garongan mengungkapkan perasaan senangnya atas perolehan timnya yang berhasil meraih juara 1. “Tentunya sangat bersyukur dan senang. Sesuai yang diharapkan yaitu bisa menang dan pastinya harus yakin walaupun lawannya berat. Intinya jangan ragu dan jangan bimbang karena usaha yang disertai doa insyaallah dimudahkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Andika selaku Penanggung Jawab Liga Futsal menambahkan, hambatan pada Liga Futsal ini terletak pada kehadiran pemain yang tidak tepat waktu sehingga membuat waktu terbuang sia-sia. Ia juga berharap, untuk Liga Futsal di waktu selanjutnya bisa semakin disiplin, dan antar panitia bisa saling berkolaborasi dengan baik sehingga kegiatan bisa berjalan dengan sukses.





