Jogjakeren.com – Banyak umat muslim yang mendambakan untuk bisa melaksanakan ibadah haji. Berangkat haji merupakan sebuah kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jika sholat, puasa dan zakat bisa dipelajari dan diulang jika salah, berbeda dengan ibadah haji. Kesalahan maupun kelalaian yang terjadi saat haji akan mengakibatkan jemaah harus membayar dam atau denda.
Oleh karena itu, ada yang namanya kegiatan manasik haji. Manasik haji ini sebuah kegiatan yang wajib dilakukan bagi calon jemaah haji menjelang keberangkatannya ke tanah suci. Manasik haji sendiri biasanya diselenggarakan oleh Departemen Agama dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Manasik haji yang dilakukan biasanya mengenalkan aktivitas selama haji lengkap dengan simulasinya.
Menunjang persiapan itu, di Kabupaten Bantul terdapat tempat simulasi manasik haji yang memiliki fasilitas lengkap. Setiap akhir pekan, tempat ini tidak pernah sepi pengunjung dari berbagai daerah yang akan melakukan manasik haji, tak terkecuali anak-anak hingga dewasa bahkan calon jemaah haji. Adalah Bumi Perkemahan (Buper) Dewaruci, Sanden, Bantul.
Buper Dewaruci

Di Buper Dewaruci, terdapat miniatur ka’bah, maqam Ibrahim, area sa’i, musdzalifah, tiga tugu jumroh, dan lainnya. Fasilitas lengkap yang dihadirkan ini diakui oleh salah satu pengunjung dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Barokah, Klaten. “Manasik haji dilaksanakan di Buper Dewaruci karena fasilitas di sini komplit,” ungkap Ketua KBIHU Al-Barokah H. Suyono, Sabtu (19/3/2022).
Menurutnya, manasik haji ini dilakukan agar para calon jemaah haji mempunyai kemampuan dalam melaksanakan tata cara wajibnya haji dan tata cara sunahnya haji sesuai tuntunan Rasulullah SAW, “Sehingga bisa menjadi haji yang mabrur,” ungkapnya yang membawa 70 calon jemaah haji.
Lanjutnya, para calon jemaah haji itu sedianya berangkat pada Musim Haji tahun 2020, “Tapi karena pandemi Covid-19 melanda dunia maka ditunda. Mereka berharap tahun 2022 ini bisa berangkat,” katanya.
Pada waktu yang bersamaan, sebanyak 108 santri dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Uluum Klaten melaksanakan latihan manasik haji di Buper Dewaruci. Pimpinan ponpes H. Agus Sunardo, S.T. mengatakan bahwa praktik manasik haji ini rutin setiap tahun dilaksanakan di miniatur manasik haji Buper Dewaruci.

Sementara pada Minggu, 20 Maret 2022 sejumlah 30 orang peserta rombongan dari Ummahatur Rifa’iyah Daerah Wonosobo juga melaksanakan manasik haji dan manasik umroh di miniatur manasik haji Buper Dewaruci.
“Alhamdulillah kami bisa melaksanakan manasik haji di sini. Untuk lokasi dan fasilitas kami merasa puas sekali. Semoga jadi pelajaran kami menuju ibadah haji,” kata ketua rombongan Zakronah.
Dilansir pergiumroh.com, dalam latihan manasik haji semua peserta akan diajari bagaimana cara untuk memulai ihram dan memakai kain ihram. Setelah itu akan ada simulasi tawaf sampai dengan simulasi lempar jumrah. Biasanya setiap rukun wajib haji akan diperagakan satu persatu. Manasik haji biasanya dilakukan kurang lebih sekitar 3 sampai 6 bulan sebelum hari keberangkatan jemaah. Umumnya manasik akan dilakukan pada setiap akhir pekan.
Pentingnya Manasik Haji
Ada beberapa alasan mengapa manasik adalah kegiatan yang tidak boleh dilewatkan bagi calon jemaah haji. Bisa dikatakan manasik termasuk dalam rangkaian panjang dari ibadah haji.
Banyak manfaat yang bisa didapat dengan mengikuti manasik haji. Terutama bagi calon jemaah yang sudah lanjut usia dan mereka yang masih awam dalam beribadah. Jemaah dengan kategori ini wajib mendapatkan pengarahan yang optimal, agar tidak lalai saat ibadah di tanah suci.
Selain itu, mengikuti manasik juga akan memperkuat modal untuk menambah kualitas ibadah di tanah suci. Akan banyak sekali tips dan trik untuk meraup pahala di Baitullah. Bahkan banyak di antaranya yang merupakan amalan sederhana. Segala sesuatu ini akan Anda dapatkan pada prosesi manasik haji.
Satu faktor yang lebih penting adalah, ibadah haji berbeda dengan umroh. Saat umroh, kepadatan jemaah tidak akan seramai saat haji. Oleh karenanya, sangat sulit jika Anda harus bergantung pada pembimbing rombongan. Jadi, Anda hanya bisa mengandalkan diri sendiri, atas amalan-amalan dan benar tidaknya rukun haji yang Anda kerjakan.





