Memprediksi Berat Daging Satu Ekor Sapi

Seekor sapi siap disembelih (Sumber : rebanas.com)

Setiap tanggal 10 Zulhijah umat Islam seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha, termasuk di Indonesia. Setelah menjalankan shalat sunah dua rekaat, mereka kemudian melanjutkan penyembelihan hewan kurban. Dalam beberapa riwayat hadits menyebutkan bahwa waktu penyembelihan sampai tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha (hari tasyrik, tanggal 11, 12, 13 Zulhijah),

Bagi orang Islam yang memiliki kemampuan secara ekonomi, disunahkan  untuk menyembelih hewan kurban. Mereka dapat memilih hewan ternak untuk kurban sesuai kemampuannya. Pilihan hewan kurban ada empat jenis, yakni unta, sapi, kambing, dan domba. Apapun hewan kurban yang dipilih, dagingnya boleh dimakan sendiri dan sebagian diberikan kepada orang lain.

Hal ini sesuai dengan firman Alloh SWT dalam  surat Al-Hajj (36) yang artinya : “Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

Mengacu dari ayat diatas dan disesuaikan dengan kenyataan di Indonesia yang jarang ditemukan unta dan kebanyakan menjadikan sapi sebagai hewan sembelihannya, maka dalam pembahasan ini mengambil sapi sebagai hitungan prediksi dagingnya.

Memprediksi berat daging ini sangat dibutuhkan agar dalam pembagiannya bisa diperkirakan sesuai dengan jumlah orang yang akan diberi daging. Sebelum menghitung daging sapi kurban, perlu dipahami dahulu jika daging tersebut menyatu dengan bagian karkas.

Berdasarkan  laman Kementerian Pertanian, karkas adalah bagian tubuh dari sapi setelah dilakukan pemotongan. Karkas tidak termasuk darah, kepala, keempat kaki bagian bawah (dari carpus dan tarsus), kulit, saluran pencernaan, usus, urine, jantung, tenggorokan, paru-paru, limpa, hati dan jaringan-jaringan lemak di bagian tubuh.

Sebelum melakukan penghitungan perolehan daging sapi setelah disembelih, harus diketahui dahulu bobot sapi saat masih hidup (bobot hidup). Setelah itu, bobot hidup akan dikalikan dengan komposisi karkas dan daging dalam persentase.

Panduan komposisi karkas dan daging sapi yaitu seekor sapi bisa menghasilkan karkas kurang lebih 45-55 persen dari berat hidup. Adapun daging sapi memiliki 75 persen dari berat karkas. Daging tersebut murni dari daging sapinya, di luar jeroan, kaki, dan kepala.

Sebagai ilustrasi, seekor sapi kurban disembelih dengan berat hidup 350 kg. Perkiraan jumlah karkas dan daging, yaitu:

  • Karkas: 40 – 50 persen X 350 kg = 140 – 170 kilogram
  • Daging: 75 persen X 140 – 170 kg = 105 – 127,5 kilogram

Dengan demikian, penyembelihan sapi kurban dengan berat hidup 350 kilogram bisa didapatkan dagingnya saja seberat 105 kg sampai 127,5  kg. Pembagian daging per paket kepada penerima kurban disesuaikan dengan kebijakan masing-masing panitia kurban.

Untuk berat jeroan sebesar 10% dari berat karkas yakni 14 – 170  kg. Berat kepala 4% dari berat hidup yakni 14 kg sedangkan berat ekor sebesar 0,7% dari berat hidup yakni 2,45 kg.

Perhitungan ini untuk memudahkan panitia penyembelihan hewan kurban dalam memperkirakan daging yang akan dibagikan kepada warga masyarakat sekitar masjid. Selamat mencoba…!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *