‘Pireng’, Konsep Sederhana Manajemen Konflik ala Anggota DPR RI

Manajemen Konflik
Ilustrasi (Foto: kopitop.com

Jogjakeren.com – Anggota DPR RI Komisi IX Dapil DIY, Drs. H. Sukamto, S.H., memberikan paparan berjudul “Sinergi Lembaga Legislatif dan Ormas untuk Menjaga Keutuhan Bangsa” di Musyawarah Wilayah (Muswil) VII DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) D.I. Yogyakarta, Minggu (6/9/2021) lalu. Tercatat ada 359.444 ormas di Indonesia, ia menandaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk membina semua ormas. Dalam hal ini, tentu pemerintah memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk para tokoh lintas agama.

H. Sukamto turut mengapresiasi langkah LDII di DIY yang melibatkan legislatif dan aparat pemerintahan di dalam Muswil, karena tidak semua ormas mengundang legislatif, Kapolda, Danrem, dan Kesbangpol. Ini contoh bahwa LDII terdepan daripada ormas-ormas yang lain. Di tengah paparannya, H. Sukamto melontarkan tips konsep sederhana dalam pencegahan dan manajemen konflik. “Polda tidak mengundang ormas kalau ada masalah saja. LDII juga tidak mengundang kalau ada Muswil (saja). Di saat-saat tertentu, mungkin bisa pireng ‘ngopi bareng’. Pasti tidak terjadi masalah kalau seperti itu. Menyelesaikan masalah itu biasanya harus di luar formal,” ujarnya.

Bagaimana Peran Ngopi Bareng dalam Manajemen Konflik?

Kemajemukan merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan bermasyarakat. Konflik merupakan interaksi yang muncul dari adanya perbedaan pendapat, pengetahuan, dan kepentingan antar kelompok atau individu. Munculnya konflik di tengah interaksi sosial dianggap hal yang wajar, karena tidak ada seorang pun yang tidak pernah mengalami konflik.

Read More

Menurut ahli psikologi, tak selamanya konflik dinilai buruk. Konflik bisa menjadi pengalaman yang positif apabila ditangani dengan tepat. Pada umumnya, orang yang berhasil menyelesaikan konflik akan memiliki hubungan yang lebih erat. Komunikasi yang baik diperlukan untuk menjaga kebersamaan, kerukunan, dan keutuhan. Kegiatan ngopi bareng (pireng) dapat menjadi salah satu kesempatan yang baik untuk menjaga komunikasi antar kelompok atau ormas.

Manajemen Konflik, Apa Langkah Berikutnya?

Ketika konflik telah terjadi antar kelompok atau ormas, sejumlah cara dapat ditempuh untuk menyelesaikannya. Berikut beberapa tahap yang dapat dilakukan:

1. Perlu adanya kesadaran dari kedua belah pihak bahwa konflik harus diselesaikan. Bila hanya satu pihak saja, biasanya komunikasi hanya menjadi searah dan tidak efektif dalam menyelesaikan konflik.

2. Komunikasikan masalah yang ada sehingga konflik dapat segera diselesaikan.

3. Pastikan kedua belah pihak fokus pada masalah, bukan menyerang secara personal. Mengangkat masalah pribadi justru dapat memperlambat penyelesaian konflik, karena lawan bicara kita dapat terpancing emosi.

4. Semua pihak harus menerima solusi yang disetujui bersama. Ketika konflik telah dibicarakan, jangan lari dari solusi yang sudah disepakati.

 

Ngopi bareng mungkin suatu hal yang sederhana, namun ternyata bisa menjadi solusi, ya Sob.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *