Remaja LDII se-Kota Yogyakarta Ikuti Pembinaan Agama

Remaja LDII
Peserta Pembinaan Generasi Penerus Remaja LDII se-Kota Yogyakarta, Minggu (29/5/2022)

Jogjakeren.com – Ribuan remaja LDII usia SMP hingga usia 30 tahun se-Kota Yogyakarta mengikuti kegiatan “Pembinaan Generasi Penerus”, Minggu (29/5/2022). Kegiatan diikuti 1.342 peserta secara virtual melalui 34 titik studio mini. Menghadirkan narasumber salah satu guru Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri, H. Wahyu Abdurrahman, M.Pd. dan seorang guru SMA di Madiun, Drs. H. Moh. Bashori, M.M.

Remaja LDII
Salah satu guru Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri, H. Wahyu Abdurrahman, M.Pd.

Pembinaan ini bertujuan membekali remaja LDII untuk tetap memprioritaskan dalam mencari ilmu bagi siswa sekolah maupun mahasiswa. “Generasi penerus harus bisa menjadi generasi yang faham agamanya, bisa bergaul dengan orang yang sholih, bisa berbudi pekerti yang luhur, dan menjadi generus yang mandiri,” kata H. Wahyu Abdurrahman.

Read More

Ia juga berpesan kepada generasi penerus supaya selalu berbakti kepada kedua orang tua, tidak menyakiti hati kedua orang tua, dan berbicara yang baik kepada orang tua karena ridha Allah adalah ridha orang tua. “Terakhir, supaya generasi penerus bisa menjaga pergaulannya, menjauhi kemaksiatan dan memperbanyak mengaji,” pungkasnya.

Remaja LDII
Narasumber Drs. H. Moh. Bashori, M.M.

Sementara Moh. Bashori memberi pembekalan kepada remaja usia menikah agar mempersiapkan diri menuju jenjang pernikahan. “Generasi penerus harus bisa mandiri sebelum menikah, berhasil dalam pendidikannya kemudian bekerja atau memiliki keterampilan sehingga bisa menjadi ladang maisyah (penghidupannya),” ujarnya.

Selain itu, yang utama adalah memahamkan dirinya dari ilmu agama sebagai bekal dalam hidup berumah tangga, “Sehingga ketika mencari pasangan pun juga harus memilih yang baik dalam ilmu agamanya,” pesan Moh. Bashori.

Di zaman modern ini, narasumber berharap generasi penerus tetap semangat dalam mencari ilmu, mencari maisyah, tidak salah dalam bergaul, tetap berbakti kepada kedua orang tua, dan semangat dalam mempersiapkan diri untuk menikah. (Thesa)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.