Menuju Deklarasi Proklim, DLH Bersama Sako SPN Menggelar Sosialisasi Program Kampung Iklim Dusun Sangurejo

Program Kampung Iklim Dusun Sangurejo
Sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) bertempat di Pendopo Embung Kaliaji, Desa Wisata Sangurejo, Senin (13/2/2023).

Jogjakeren.comDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara (SAKO SPN) Turi menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) bertempat di Pendopo Embung Kaliaji, Desa Wisata Sangurejo, Wonokerto, Turi, Sleman, Senin (13/2/2023).

Sosialisasi dihadiri oleh Panewu Turi, Lurah Wonokerto, Kepala Dusun Sangurejo, Ketua Kwaran Turi, Ketua Sako SPN Turi, Ketua PC LDII Turi, dan tokoh masyarakat penting lainnya.

Acara dimulai dengan laporan oleh ketua panitia Proklim Kampung Pramuka Sangurejo, H. Agus Kurniawan, S.Hut., M.Sc. Dalam laporannya disampaikan bahwa Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan program nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 84 Tahun 2016 tentang Program Kampung Iklim.

Read More

Proklim Dusun Sangurejo sejalan dengan program Kwarnas Gerakan Pramuka tentang Pramuka Peduli Lingkungan Hidup yang tercantum dalam surat keputusan Kwartir Nasional (Kwarnas) Nomor 107 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Pramuka Peduli Pelestarian Lingkungan Hidup.

“Terkait dengan itu kami dari Sako SPN, warga kampung Sangurejo, dan pengurus LDII di wilayah Sangurejo menginisiasi untuk mengajukan kampung pramuka Sangurejo menuju kampung iklim sesuai dengan program pemerintah. Artinya kami mendukung dan menyiapkan kampung pramuka Sangurejo untuk berperan di tingkat desa, kapanewon, kabupaten, provinsi, bahkan harapan kami nanti kampung Sangurejo menjadi kampung iklim yang bisa masuk ke level nasional,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Lurah Wonokerto Riyanto Sulistyo Budi, S.E. Ia berharap dengan adanya Proklim di Kampung Pramuka Sangurejo bisa menjadi contoh untuk kampung-kampung yang lain.

Dilanjutkan acara inti yaitu pemaparan materi yang disampaikan oleh Dewi Setyawati, S.T., M.Eng. selaku Sub Koordinator Pengendalian Kehutanan dan Konservasi Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup mengenai Program Kampung Iklim.

Proklim Dusun Sangurejo
Pemaparan materi dari DLH Kabupaten Sleman mengenai persiapan kampung iklim

Latar belakang dari pelaksanaan program kampung iklim ini adalah program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Indonesia berkomitmen terhadap dunia internasional untuk mengendalikan laju peningkatan suhu bumi.

“Target dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tahun 2024 diharapkan sudah ada 20.000 Kampung Iklim tetapi sementara dalam data tahun 2021 baru ada 3.270 kampung iklim. Dan pada tahun 2022 diharapkan ada 5.000 kampung iklim tetapi yang terdaftar dalam SRN tahun 2022 baru ada 1.100 kampung iklim. Jadi kami menyambut baik dari Padukuhan Sangurejo bisa mengikuti Proklim karena sejalan dengan program dari Bapak Presiden, dimana program tersebut dapat melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup,” ujarnya.

Dipaparkan juga bahwa dalam program kampung iklim terdapat upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang perlu diidentifikasi. Upaya mitigasi dapat berupa pengendalian kekeringan, peningkatan ketahanan pangan, atau dengan pengendalian penyakit terkait iklim. Sedangkan upaya mitigasi dapat berupa pengelolaan sampah, menggunakan energi terbarukan, atau melakukan budidaya pertanian rendah emisi GRK.

Manfaat yang paling besar dirasakan masyarakat dalam melakukan upaya adaptasi dan mitigas yaitu pengurangan bencana, peningkatan kualitas lingkungan, dan peningkatan pendapatan masyarakat.

“Dilihat satu persatu potensi apa saja yang ada di Padukuhan Sangurejo agar bisa mengindentifikasi dan bisa memasukkan mana yang termasuk dalam upaya adaptasi atau upaya mitigasi perubahan iklim. Ini didukung juga oleh kelembagaan masyarakat,” jelasnya.

Dewi Setyowati juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan Program Kampung Iklim, setelah mengidentifikasi potensi bencana, mengidentifikasi gas rumah kaca yang terbentuk, dan menyusun kelembagaan, langkah selanjutnya adalah pembuatan program kerja kelembagaan masyarakat, dilanjut dengan pembentukan struktur organisasi lembaga masyarakat, kemudian pembuatan kontrak sosial atau peraturan dusun atau kebijakan lingkungan.

Acara ditutup oleh Rachmad Widaryanti, S.P., M.M., selaku Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Turi. “Semoga dengan adanya proklim ini membawa kampung pramuka Sangurejo menjadi lebih baik terutama dalam mengatasi dampak lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *