Sebelum Musim Hujan Berakhir, Panen Air Hujan Yuk

  • Whatsapp
panen air hujan
Gambar Komponen Sistem Panen Air Hujan (PAH) (Sumber: Ecomasjid.id)

Jogjakeren – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim hujan akan berakhir dan mulai beralih ke musim kemarau pada akhir bulan Maret ini di sebagian wilayah Indonesia. Maka dari itu, ayo mencoba panen air hujan di rumah dengan membuat alat Panen Air Hujan (PAH).

PAH merupakan inovasi sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menghadapi bencana alam seperti banjir dan kekeringan. Alat tersebut mudah dibuat dengan memakai bahan yang juga mudah didapatkan.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, kegiatan ini telah lama digalakkan sejak 2016 lalu dengan gerakan memanen air hujan. Gerakan yang dilakukan yaitu memanen, menampung, dan memanfaatkan air hujan dengan sebaik-baiknya. Apabila gerakan tersebut dihidupkan kembali maka dapat membantu ketersediaan air di rumah dan secara tidak langsung mengurangi konsumsi air tanah.

Sistm dalam PAH memiliki beberapa komponen dasar pada sistem tertutup untuk menyalurkan air dari talang ke tangki. Untuk menjaga air tetap bersih, pada bagian atas talang dipasang saringan dan disiapkan sistem pembuang aliran awal. Perhatikan juga pemeliharaan alat secara rutin agar tetap awet dan berfungsi.

Perlu diketahui juga komponen pada sistem PAH sebelum membuatnya. Berikut komponen sistem PAH :

1. Talang

Talang merupakan komponen paling dasar dari sebuah sistem PAH. Maka dari itu, kebersihan talang perlu dijaga dari hewan, serangga, dan sisa atap. Untuk menyaring dedaunan dapat dipasang kawat kasa pada talang.

2. Pipa PVC Penyambung ke Talang

Dalam pembuatan sistem PAH tertutup menggunakan talang PVC yang mempermudah menghubungkan talang air ke pipa PVC karena adanya fitting. Lalu rangkaian pipa tersebut disambungkan ke tangki.

3. Pembuang Aliran Awal

Pada 10-15 menit awal air hujan akan ditampung dan disaring. Hal ini bertujuan agar air yang masuk ke dalam tangki tetap bersih. Air yang telah terkumpul ini perlahan dikeluarkan dengan menggunakan selang kecil hingga terus membuang sedimen dan mengkosongkan tangki. Agar ketika hujan berhenti siap kembali membuang awal hujan berikutnya.

4. Tangki dan Pondasinya

Ukuran tangki disesuaikan dengan kebutuhan dan tempat yang tersedia. Tinggi kedudukan tangki diukur sedemikian rupa agar air hujan dapat langsung digunakan. Ujung atas tangki dibuat lebih rendah dari talang tetapi lubang keluarnya diatur lebih tinggi dari keran agar air dapat langsung digunakan.

5. Sistem Luberan dan Resapan

Sistem luberan dan resapan dibuat guna air hujan dapat diserap kembali ke dalam tanah. Untuk menjaga kebersihan dan kefektifan resapan, sistem ini dibuat dengan tertutup.

Dengan ini diharapkan masyarakat dapat lebih peduli air dan kreatif memanfaatkan hal-hal sekitar yang sudah ada untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.

 

Sumber : ecomasjid.id/fasilitas/panen-air-hujan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *