Simak Syarat Mendirikan Bangunan di 5 Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta

Kawasan Cagar Budaya
Ilustrasi (Foto: bernas.id)

Jogjakeren.com – Yogyakarta atau Jogja sebutan akrabnya merupakan daerah yang memiliki keistimewaan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mempertahankan citra keistimewaan Yogyakarta adalah dengan memperkuat karakter arsitektur bangunan sesuai kawasan cagar budayanya. Menurut Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 40 Tahun 2014 tentang Panduan Arsitektur Bangunan Baru Bernuansa Budaya Daerah, kawasan cagar budaya adalah satuan ruang geografis yang memiliki dua Situs Cagar Budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan memperlihatkan ciri tata ruang yang khas.

Jogja punya peraturan tersendiri di dalam mendirikan sebuah bangunan baru, khususnya di lima kawasan cagar budaya (KCB).  Andai kata penduduk Jogja akan mendirikan toko, cafe, atau jenis bangunan lainnya, maka harus bernuansa budaya daerah dan berciri khas Daerah Istimewa Yogyakarta. Nah, masing-masing KCB memiliki aturan gaya arsitekturnya sendiri. Kali ini kita bahas gaya arsitektur masing-masing KCB secara singkat. Yuk disimak!

Read More

KCB Malioboro

Jantung Kota Jogja, nih! Kata orang, belum afdal ke Jogja kalau belum singgah ke Malioboro. Di Malioboro banyak tempat bersejarah yang menjadi ciri khasnya Jogja dan mayoritas merupakan peninggalan Belanda. Karena banyak peninggalan bersejarah inilah Malioboro menjadi kawasan cagar budaya. Adapun ruas jalan menuju KCB Malioboro meliputi Jalan AM Sangaji dan Jalan Kyai Mojo. Bangunan baru yang akan didirikan di sekitar ruas jalan tersebut harus menggunakan pola arsitektur selaras sosok. Selaras sosok adalah pola arsitektur yang menyerap suatu gaya arsitektur dari suatu masa tertentu yang diaplikasikan pada penampilan bangunan secara garis besar tanpa detail kedalaman yang rinci. Bangunan yang akan didirikan di KCB Malioboro harus dibangun menggunakan gaya arsitektur Indis atau Cina.

KCB Kraton

Kraton merupakan kawasan yang tidak perlu dipertanyakan lagi mengapa bisa termasuk dalam kawasan cagar budaya. Adapun ruas jalan KCB Kraton meliputi Jalan RE Martadinata, Jalan Bantul, Jalan Parangtritis, dan Jalan Menteri Supeno. Pola arsitektur yang digunakan sama dengan KCB Malioboro, yaitu menggunakan pola selaras sosok. Untuk gaya arsitektur pada KCB Kraton harus menggunakan gaya tradisional Jawa grand arsitektur atau kerakyatan/profan, serta dimungkinkan memakai gaya arsitektur Indis.

KCB Pakualaman

Ruas jalan menuju KCB Pakualaman meliputi Jalan Kusuma Negara, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Gayam , dan Jalan Taman Siswa. Pola arsitektur yang digunakan juga sama dengan KCB lainnya, yaitu selaras sosok. Adapun gaya arsitektur yang harus diaplikasikan adalah gaya tradisional Jawa dan Indis.

KCB Kotabaru

Dulu, Kotabaru ini merupakan salah satu wilayah yang paling maju pada zaman penjajahan. Selain itu, Kotabaru sempat menjadi ibu kota sementara Indonesia, loh. Bukan hal yang mengherankan jika kawasan Kotabaru termasuk dalam kawasan cagar budaya mengingat sejarah tempat ini yang memiliki peran dalam kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan. Adapun ruas jalan menuju KCB Kotabaru meliputi Jalan Urip Soemohardjo. Untuk pola arsitektur yang digunakan KCB Kotabaru adalah selaras sosok dengan gaya arsitektur Indis dan kolonial.

KCB Kotagede

Pada zaman kerajaan Mataram Islam, Kotagede merupakan kawasan ibu kota yang menjadi pusat pemerintahan. Banyak bukti peninggalan sejarah Mataram Islam yang masih bisa kita dilihat sampai sekarang. Adapun wilayah KCB Kotagede meliputi Jalan Gedong Kuning, Jalan Pramuka, Jalan Wonosari, dan Jalan Imogiri Timur dari Ring Road Selatan. Pola arsitektur yang digunakan sama, selaras sosok serta menggunakan gaya arsitektur tradisional Jawa dan klasik.

Adanya aturan tentang panduan arsitektur bangunan baru di kawasan cagar budaya bukan semata-mata membatasi kreativitas para arsitek, seniman, ataupun pihak lainnya. Justru dengan adanya panduan arsitektur ini, para pelaku seni bisa menumpahkan ide kreatifnya dan bebas berkreasi menggunakan ketentuan yang sudah ditetapkan. Nah, untuk versi lengkap panduan arsitektur bangunan di kawasan cagar budaya, kalian bisa unduh file nya di website dinas kebudayaan Jogja bagian regulasi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.