Sleman, Jogjakeren.com – Semangat kebersamaan dan gotong-royong kembali diwujudkan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kapanewon Turi melalui kegiatan Kerja Bersama Bakti untuk Negeri. Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Punthuk, Becici, Wonokerto, Turi, Sleman, tersebut menjadi bagian dari kontribusi warga LDII dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) LDII Turi, Juwanto, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi sarana untuk memupuk kebersamaan dan semangat kegotongroyongan.
“Tujuan dari kegiatan Kerja Bersama Bakti untuk Negeri ini sebagai upaya memupuk kebersamaan, semangat kegotongroyongan. Ini mewujudkan kontribusi kami, warga LDII untuk bangsa dan negara,” ujar Juwanto.
Selain mempererat kerukunan dan kekompakan, kegiatan Kerja Bersama Bakti untuk Negeri juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Juwanto berharap warga LDII dapat terus memberikan sumbangsih positif bagi bangsa, salah satunya melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Harapan kami yang pertama, semangat kerukunan dan kekompakan terus terbina. Kemudian kerapian dan kebersihan juga tetap terus terwujud,” katanya.
Lokasi kegiatan yang berada di lapangan juga memiliki makna tersendiri. Menurut Juwanto, kebersihan dan kerapian fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkannya sebagai ruang berolahraga.
Antusiasme warga LDII dalam mengikuti kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah dan tokoh setempat. Lurah Wonokerto, Turi, Riyanto Sulistyo Budi menilai kekompakan warga LDII dalam melaksanakan kerja bakti merupakan hal yang patut diapresiasi.
“Saya dari kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan di LDII ini, tentunya dari kami secara pribadi dan secara pemerintahan itu sangat kagum sekali dengan kekompakan dari LDII,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan sosial yang dilakukan organisasi keagamaan seperti LDII dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi organisasi lainnya untuk melakukan kegiatan serupa.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya memberikan manfaat secara sosial, tetapi juga dapat menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat. “Mudah-mudahan nanti bisa menggugah organisasi-organisasi lain untuk bisa meniru dari kegiatan LDII,” ujarnya.
Kegiatan Kerja Bersama Bakti untuk Negeri juga dipandang sebagai salah satu bentuk nyata dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Riyanto, salah satu cara mengisi kemerdekaan adalah dengan menjaga dan memelihara apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa. “Kerja bakti ini kan wujud memelihara bangsa Indonesia agar lebih maju,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan budaya gotong-royong sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat Yogyakarta. Gotong-royong merupakan aset budaya dan tradisi yang harus terus dilestarikan karena mampu meringankan berbagai pekerjaan sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga.
“Berkaitan dengan kegiatan gotong-royong ini adalah aset budaya, aset tradisi bagi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagaimana kita bergotong royong untuk kebersamaan,” katanya.
Ia menambahkan, pengalaman di berbagai kegiatan masyarakat menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama akan terasa lebih ringan.
“Budaya gotong-royong harus benar-benar kita lestarikan. Baik untuk kegiatan masyarakat umum maupun membantu sesama bagi semua warga masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Kerja Bersama Bakti untuk Negeri yang digelar PC LDII Turi tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat membantu sesama menjadi nilai yang terus dijaga untuk membangun masyarakat yang sehat, rukun, dan semakin kuat.





